Lima Belas Ribu Orang Rawan Tertular HIV/AIDS di Gianyar
Tanggal: Wednesday, 07 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 07 Desember 2011

Gianyar - Data KPA Provinsi Bali menyebutkan, estimasi jumlah populasi rawan tertular HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar mencapai 15.701 orang. Jumlah tersebut termasuk penduduk asli maupun pendatang yang tinggal di wilayah Kabupaten Gianyar. Sedangkan kasus HIV/AIDS yang saat ini terjadi di Gianyar hingga September 2011 jumlahnya 214 kasus dengan 24 kasus kematian. Sekretaris KPA Kabupaten Gianyar Dewa Made Oka Sedana mengatakan hal itu saat Renstra dan Implementasi Perda Penanggulangan AIDS Kabupaten Gianyar tahun 2011-2015 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Gianyar, Selasa (6/12) kemarin.

Dikatakan, dari 15.701 orang rawan terinfeksi HIV/AIDS terdiri dari populasi penasun (pemakai narkoba jarum suntik) 237 orang, pasangan penasun 65 orang, WPS (Wanita Pekerja Seks) langsung 175 orang, pelanggan WPS langsung 3.583 orang, pasangan pelanggan WPS langsung 1.583 orang, WPS tidak langsung 577 orang, pelanggan WPS tidak langsung 4.874 orang, pasangan pelanggan WPS tidak langsung 2.152 orang, waria 50 orang, pelanggan waria 97 orang , LSL (lelaki seks dengan lelaki) 2.247 orang dan warga binaan 61 orang.

Terhadap tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar tahun ini, KPAD Gianyar mengakui bahwa pihaknya telah menyasar tempat-tempat yang berisiko tinggi penularan HIV/AIDS seperti kafe remang-remang, hiburan malam dan panti pijat untuk memberikan konseling dan pembinaan. Bahkan, dalam Renstra tahun 2012 KPAD Gianyar merencanakan membentuk Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) di masing-masing desa pakraman.

Di samping itu, KPAD juga merencanakan penambahan tenaga terlatih terutama bidan dalam deteksi PMTCT, tenaga VCT dan laboratorium. Saat ini, Gianyar telah memiliki Klinik VCT, layanan PMTCT dan Harm Reduction. Termasuk pencegahan di sekolah-sekolah dengan dikembangkan KSPAN dan pembentukan pokja AIDS di tingkat kecamatan dan desa. Tahun 2012, rencananya klinik VCT yang sudah ada 2 buah di Kabupaten Gianyar, akan ditambah 2 klinik lagi, yakni di UPT Kes. Sukawati I dan UPT Kes. Tegallalang I. Dimana saat ini tenaga dokter, bidan dan paramedisnya telah tersedia.

Sementara Wakil Bupati Gianyar Dewa Made Sutanaya selaku Ketua KPA Kabupaten Gianyar menjelaskan, pembentukan KDPA ditiap desa pekraman dirasa sangat efektif guna pencegahan dan penaggulangan HIV/AIDS. Keberadaan KDPA nantinya dapat menjadi media informasi, edukasi kepada masyarakat. Sehingga memberikan pendidikan dan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS seperti bagaimana sesungguhnya HIV/AIDS bisa ditularkan sehingga menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS). (kmb16)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5568