Penikmat Jasa PSK Rentan HIV
Tanggal: Wednesday, 07 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Pontianak Post, 07 Desember 2011

PONTIANAK - Saat ini di Pontianak terdapat 1.588 orang terinfeksi HIV dan 860 pengidap AIDS. Usia dan jenis kelamin bervariasi, banyak orang dewasa ada juga anak-anak. “Korbannya juga anak-anak. Mereka tertular dari orangtua,” ungkap Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, kemarin (6/12).Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, sangat berkomitmen menanggulangi HIV/AIDS. Namun hal itu tidak akan membuahkan hasil jika stigma masyarakat terhadap orang dengan HIV/AIDS masih tidak baik. Odha memerlukan perhatian masyarakat, tidak disisihkan. “Jika orang yang terkena AIDS itu tersisihkan akhirnya berpikir bukan hanya dirinya yang terkena tetapi orang lain juga. Nah itu yang akan terjadi jika kita salah dalam memahami virus ini,” katanya.

Susahnya lagi, ada ODHA yang tidak peduli dengan dirinya. Tahu terinfeksi HIV/AIDS tetapi tidak berupaya berobat. Kecenderungan tersebut terjadi karena keputusasaan dan kurangnya pendekatan orang sekitar. “Penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja, oleh orang-orang yang itu saja. Tetapi banyak jalan yang harus dilakukan, misalnya dengan pembekalan agama,” ujarnya.Sementara Komisi Perlindungan AIDS Kota Pontianak menyebutkan, terdapat sedikitnya 186 orang pengguna jarum suntik aktif yang sangat berisiko terhadap penularan virus HIV/AIDS. Kemudian, ada sebanyak 457 orang pekerja seks yang rawan tertular HIV/AIDS. “Namun mereka bukan pembawa virus karena mereka selalu menggunakan kondom,” ujar Pelaksana Harian KPA Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak itu menyebutkan, penular HIV/AIDS terbesar justru laki-laki hidung belang yang jumlahnya diperkirakan sekitar 6.000 orang khusus di Pontianak yang menjadi langganan para pekerja seks tersebut. HIV/AIDS tidak terbendung, kata dia, salah satu penyebabnya gaya hidup. Multi menyebut istilah 4M pada laki-laki, man, money, mobile dan macho. “Empat ini yang membuat HIV meningkat,” sebutnya. “Sementara penyumbang terbesar adalah hubungan seksual berisiko dan pertukaran jarum suntik pengguna narkoba adalah. Sehingga angka kasus menjadi signifikan dalam meningkatkan kasus HIV dari tahun ke tahun,” jelasnya. (hen)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5573