Ditemui 10 Penderita Pasbar Rawan Penularan HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 08 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 07 Desember 2011

Pasbar — Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Bry Esvery Kanada tidak menampik adanya puluhan masyarakat Pasbar yang terjangkit HIV/AIDS. Penyakit tersebut bahkan bagaikan “gunung es” dimana terlihat diatas sedikit padahal banyak.

“Data yang dilansir Dinas Kesehatan Sumbar yang menyebutkan 10 orang (1 orang HIV, AIDS 9 orang) warga Pasbar terjangkit HIV/AIDS memang benar adanya,” kata Bry kepada Padang Ekspres, Selasa (6/12) di ruangan kerjanya tanpa bersedia menyebutkan identitas penderita.

Bahkan, katanya di antara 10 orang tersebut ada yang berkonsultasi dan berkomunikasi dengannya. Namun, itu tidak secara bertatap langsung. Sementara keberadaan ataupun alamat mereka belum diketahui. Pasbar menurutnya daerah rawan penularan penyakit itu.

“Saya berpesan kepada mereka agar melakukan tes dan pemeriksaan secara intensif dan jangan sampai penyakit ini menular kepada orang lain,” jelasnya.

Sementara, terkait dengan penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS di Pasbar, saat ini sudah dibentuk lembaga yakni Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD). Tujuannya adalah untuk melakukan sosialisasi, edukasi dan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di masyarakat, terutama kepada anak-anak sekolah yang rentan terhadap pergaulan bebas.

Selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi para penderita dengan memberikan biaya akomodasi kepada mereka untuk melakukan pemeriksaan di salah satu RS di Sumbar.

Sebab, untuk pemeriksaan di Pasbar hingga saat ini belum bisa, karena penyakit HIV/AIDS dapat diperiksa pada klinik Voluntary Consulting Test (VCT). Adanya baru Bukittinggi dan Padang.

Dijelaskan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut “sel T-4” atau disebut juga “sel CD-4”. Virus HIV ini hidup di dalam 4 cairan tubuh manusia, yaitu: darah, cairan sperma, cairan vagina, air susu ibu.

Kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh menyebabkan orang dengan HIV/AIDS amat rentan dan mudah terjangkit bermacam-macam penyakit. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun lama-kelamaan akan menyebabkan pasien sakit parah bahkan meninggal.

Oleh karena penyakit yang menyerang bervariasi, AIDS kurang tepat jika disebut penyakit. Definisi yang benar adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit.

Masa inkubasi HIV sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala, walaupun jumlah HIV semakin bertambah dan sel CD4 semakin menurun.

Ketika sistem kekebalan tubuh sudah dalam keadaan parah, seorang ODA akan mulai menampakkan gejala-gejala HIV dapat menular kepada siapapun melalui cara tertentu, tanpa peduli kebangsaan, ras, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, kelas ekonomi maupun orientasi seksual. (*)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5578