Program Stop AIDS 2011 Rambah 3 Kota
Tanggal: Thursday, 08 December 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 08 Desember 2011

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) kini masih merupakan fenomena gunung es yang sulit dihentikan. Berdasarkan data resmi Kemenkes 2011 saja, ada lebih dari 26.400 pengidap AIDS dan lebih dari 66.600 orang positif terinfeksi virus HIV. Sebanyak 70 persennya adalah generasi muda usia produktif yakni 20-39 tahun.

Karena itulah, PT Unilever Indonesia Tbk. melalui Yayasan Unilever Indonesia kembali menyelenggarakan program pencegahan Stop AIDS yaitu program pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan penyebaran HIV AIDS di kalangan masyarakat khususnya remaja. Dalam program ini, 3,378 Duta Stop AIDS dari daerah Malang, Banyuwangi, dan Bali siap memberikan pemahaman tentang bahaya HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan ini terus meningkat. Epidemi virus HIV telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hingga September 2011, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus AIDS tertinggi ditempati Provinsi Jawa Timur dengan 4.318 kasus, peringkat kedua ditempati Papua dengan 4.005 kasus, disusul DKI Jakarta sebagai peringkat ketiga dengan 3.998 kasus, peringkat keempat Jawa Barat dengan 3.804 kasus. Bali menempati posisi paling bawah di daftar lima besar provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus AIDS tertinggi di Indonesia dengan 2.331 kasus.

Atas alasan itulah Sinta Kaniawati selaku General Manager Yayasan Unilever Indonesia mengatakan "Unilever Indonesia di 2011 ini menambah tiga daerah baru yakni Jawa yang diwakili kota Malang, Osing diwakili kabupaten Banyuwangi, dan Bali diwakili kabupaten Badung dalam program Stop AIDS."

Tak hanya itu, digelar pula acara Big Bang Stop AIDS 2011 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung Bali Sabtu (3/12). dihadiri oleh Titi Kamal, salah satu brand ambassador produk dari Unilever, yang mempunyai kepedulian terhadap HIV dan AIDS. Acara ini hasil kerja sama PT Unilever Indonesia Tbk melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI) bekerjasama dengan LSM SPeKTRA dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Badung.

"Kami senang sekali, program Stop AIDS ini mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan, baik pemerintah dalam hal ini Komisi Penanggulangan AIDS, LSM, masyarakat, serta media massa. Dengan demikian upaya pencegahan penyebaran HIV AIDS dapat menjangkau daerah-daerah lain yang lebih luas lagi, sehingga harapan dapat menekan angka penderita HIV AIDS di Indonesia dapat tercapai," tutup Sinta. (RO/Pri/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5584