Ibu Rumah Tangga Rentan AIDS, PKK Bergerak
Tanggal: Monday, 12 December 2011
Topik: Narkoba


beritajatim.com, 09 Desember 2011

Jember - Humas Pemkab Jember melansir informasi, Jumat (9/12/2011), bahwa Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jember berupaya ikut menekan angka penderita HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga.

Saat ini tercatat, sekitar 18,5 persen penderita HIV/AIDS di Jember adalah ibu rumah tangga dan anak-anak. Wakil Ketua V Ny. Havid Setiadi menyatakan, kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Jember hanya terdeteksi sebagian kecil karena masyarakat yang beresiko terkena virus mematikan ini cenderung malu atau menarik diri dari pergaulan masyarakat luas.

"Inilah yang saya sesalkan. Selain keterbatasan informasi, mereka juga memiliki keterbatasan akses dan rasa malu, sehingga seringkali terlambat untuk dideteksi," kata Ny Havid.

Tim Penggerak PKK yang juga menjadi anggota dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) berkomitmen untuk terus menurunkan angka penderita HIV AIDS setiap tahun. Ia menjelaskan peranan tim penggerak PKK disini untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mereka mengetahui karakteristik virus ini.

"Memang kita harus menyadari bahwa pemahaman masyarakat tentang HIV AIDS ini sangat kurang. Jadi kita (PKK,red) bertugas untuk memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat," kata Ny Havid.

Ny. Havid menambahkan, dalam setiap kesempatan saat menjalankan program di Pokja I maupun Pokja IV, Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember memberikan sosialisasi sesuai pokja yang sedang bertugas. Misalnya Pokja I yang lebih menekankan pada pentingnya moral dan pemahaman agama sejak dini. Sedangkan Pokja IV lebih berkonsentrasi mengenai kesehatan reproduksi bagi pria maupun wanita. Sosialisasi tersebut dilakukan pada remaja, maupun pasangan usia subur.

Kerjasama lintas sektor yang selama ini dijalankan dinilainya cukup membawa pengaruh yang besar pada keberhasilan penurunan angka penderita HIV AIDS di Jember. Menurutnya, kerjasama yang baik jika dilakukan secara terus menerus, bisa membuat Jember bebas dari HIV/AIDS.

"Kerjasama semacam ini penting untuk dilakukan. Jadi tidak hanya kita bebankan tugas ini pada Dinkes saja, atau PKK saja, tapi kolaborasi antara Dinkes, PKK, bahkan mungkin juga Dispendik, Kemenag dan yang lain karena ini tanggung jawab bersama," katanya.

Ny. Havid pun mengimbau pada masyarakat agar selalu waspada dalam menghadapi situasi ini. Ia pun berharap agar masyarakat mememulai pendidikan keagamaan dan selalu menanamkan kasih sayang dalam keluarga sedini mungkin karena hal tersebut menjadi dasar atau pondasi mental agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. [wir]

Sumber: http://beritajatim.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5595