Dari 2.500 Pengguna Narkoba, Lebih Separuhnya Positif HIV
Tanggal: Monday, 12 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 12 Desember 2011

Medan - Dari sekitar 2.500 pengguna narkoba yang disurvei, maka 55 persen atau lebih separuhnya diketahui positiv terinfeksi virus mematikan HIV. Dengan demikian menunjukan bahwa narkoba menjadi sumber utama penyebaran HIV/AIDS. Oleh karena itu upaya penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS harus dilaksanakan beriringan, karena penggunaan jarum suntik dan hubungan sek bebas yang menjadi media penyebaran HIV juga sering dilakukan pengguna narkoba.

Kesimpulan ini mengemuka pada seminar sehari tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda yang dilaksanakan LSM Drugs Information Centre di Garuda Citra Hotel, Sabtu (10/12).

Seminar dengan nara sumber Komisaris Polisi Tuti Herawati dari Direktorat Narkoba Poldasu, Andi Ilham Lubis SKM M.EPID dari Dinas Kesehatan Sumut dan Drs H Wirman Lumbantobing Ketua Gapenta Sumut ini diikuti 100 peserta dari LSM, pemuda, pelajar dan tokoh masyarakat.

Ketua LSM Drugs Information Center Zulkarnaen Sitanggang menyebutkan, seminar diharapkan memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang bahaya narkoba secara komfrehensif berikut beberapa penyakit berbahaya yang ditimbulkannya.

Diharapkan kepada peserta seminar mendapatkan informasi itu secara baik dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat terhadap bahaya narkoba serta upaya penanggulangannya, sehingga sosialisasi yang dilaksanakan bisa lebih maksimal.

Lahan Subur

Sementara Drs Wirman Lumbantobing dalam uraiannya menyampaikan, Indonesia merupakan lahan subur peredaran narkoba karena populasi penduduknya yang banyak ditambah penerapan hukum yang tidak terlalu ketat seperti yang dilaksanakan negeri lain.

Akibatnya ada kecendrungan ketika mafia peredaran narkoba semakin sulit bergerak di negeri asalnya, maka menjadikan Indonesia sebagai lahan subur peredaran narkoba. "Asumsi ini ditunjukkan dengan semakin tingginya jumlah pengguna narkoba terutama dari kalangan remaja," ungkap Wirman.

Dia juga mencontohkan kasus peredaran narkoba tertinggi di kawasan Belawan dan sampai saat ini belum berhasil diredam pihak berwajib. Hal ini berdasarkan survey Gapenta di beberapa daerah dan menunjukkan bahwa peredaran narkoba di daerah pelabuhan itu sudah sangat mengkhawatirkan.

Menurut dia, ada tiga upaya yang harus dilakukan untuk meredam peredaran narkoba ini, yaitu pencegahan dini dari keluarga dan masyarakat. Langkah ini menjadi yang paling utama dan menjadi upaya yang harus dilaksanakan secara terus menerus. (rmd)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5610