Bukan WTS, Pria Hidung Belang yang Diintervensi
Tanggal: Tuesday, 13 December 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 12 Desember 2011

Garut - Jumlah kasus HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Garut tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Dalam rentang waktu sebelas bulan, sejak Januari hingga November, jumlah ODHA mencapai 78 kasus.

Hal itu diungkapkan Kasi Pemberantasan Penyakit, Asep, mendampingi Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab.Garut, Dede Rochman, di kantornya, Senin (12/12).

Padahal sebelumnya, Dinkes Garut mencatat, dalam rentang 2004 hingga 2010, kasus ODHA di Garut hanya sebanyak 74 kasus. Dengan demikian, lanjut Asep, kasus ODHA di Kab Garut saat ini bertambah menjadi sebanyak 152 kasus.

Menurut Asep, penyebaran kasus tersebut sudah mencapai 12 kecamatan, dengan konsentrasi sekitar perkotaan, seperti Kec Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Tarogong Kaler.

Kebanyakan para pengidap HIV/AIDS itu terdiri atas mereka yang berusia produktif, antara 20 hingga 39 tahun.

"Ada juga anak-anak, sebanyak 4 orang, berusia sekitar 2-5 tahun," ujarnya. Asep menyebutkan, penyebab penularan HIV/AIDS di Garut saat ini didominasi faktor seks bebas.

"Jadi, saat ini ada paradigma baru dalam penanganan kasus HIV/AIDS. Kalau dulu, yang kita kejar untuk diintervensi itu WTS (wanita tuna susila). Sekarang yang diintervensi itu para lelaki hidung belang pelanggannya," terang Asep.[ito]

Sumber: http://www.inilahjabar.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5617