367 Perusahaan Tak Ikut Jamsostek
Tanggal: Tuesday, 13 December 2011
Topik: Narkoba


Jambi Independent, 12 Desember 2011

TELANAIPURA - Masih banyak perusahaan yang belum mengikuti Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Data yang didapat dari PT Jamsostek, hingga November 2011 baru 1.533 dari 1.900 perusahaan yang terdata di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

1.900 perusahaan tersebut menampung 90.000 tenaga kerja. Dari jumlah itu, baru 72.300 tenaga kerja yang terdaftar Jamsostek. Selebihnya mereka tidak memiliki jaminan apa-apa dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Iswandy Sahruly, Kepala Jamsostek Cabang Jambi mengatakan, perusahaan yang tidak terdaftar kebanyakan milik perseorangan. “Dari data dinas tenaga kerja yang kita terima, perusahaan jenis ini yang banyak tidak mendaftar,” katanya kemarin (12/12).

Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, perusahaan yang mempekerjakan minimal 10 orang dan atau telah menggaji karyawan diatas Rp 1 juta, harus menyertakan tenaga kerjanya tersebut pada Jamsostek. Bagi perusahaan yang tidak mengikuti Jamsostek, bisa dikenakan sanksi kurungan selama enam bulan dan denda Rp 50 juta.

Tindakan tersebut hanya bisa dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi. Dalam hal ini, PT Jamsostek hanya bisa melayani perusahaan atau tenaga kerja yang ingin bergabung. Untuk saat ini jika dilihat dari Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1.142.500, maka semua tenaga kerja di Jambi sudah selayaknya mengikuti Jamsostek.

Bagi mereka yang belum mendaftarkan ke Jamsostek seharusnya memang ditindak pemerintah, karena telah melanggar undang-undang. Hingga saat ini Jamsostek telah mengeluarkan anggaran yang mencapai puluhan miliaar selama 2011 untuk membayar santunan berkala kepada para tenaga kerja.

Seperti jaminan kecelakaan kerja mencapai Rp 4,109 miliar, pembayaran jaminan hari tua Rp 32,584 miliar, jaminan kematian Rp 1,279 miliar, dan jaminan pemeliharaan kesehatan Rp 5,519 miliar.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan atau jaminan tenaga kerja, Jamsostek juga memberikan manfaat tambahan kepada seluruh kliennya. Seperti pemberian bantuan untuk hemodialisasi (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/AIDS.

Manfaat tambahan ini baru akan diberikan kepada peserta Jamsostek yang telah mendaftar selama 1 tahun. Untuk mereka akan diberikan bantuan tersebut dengan nilai yang cukup besar. Seperti untuk cuci darah diberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu per kasus kunjungan. Lalu untuk operasi jantung Rp 80 juta, pengobatan kanker Rp 25 juta dan pengobatan HIV/AIDS diberikan bantuan sebesar Rp 10 juta per tahun.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, HA Haris AB mengakui ada perusahaan yang belum menggunakan Jamsostek. Menurutnya, perusahaan itu sudah masuk dalam catatan Dinsosnakertrans. “Kami menggalakkan sosialisasi kepada perusahaan yang belum,” katanya. Dia melanjutkan, untuk masalah ini Jamsostek juga tidak melakukan upaya jemput bola dan proaktif.

Sumber: http://www.jambi-independent.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5619