Farmasi Unair Kembangkan Obat Pembunuh Virus AIDS
Tanggal: Wednesday, 14 December 2011
Topik: Narkoba


detikSurabaya, 13 Desember 2011

Surabaya - Menjadi ODHA bukan berarti dunia runtuh. Sebab, tak sedikit komunitas yang peduli dengan orang-orang yang terjangkit penyakit ganas ini. Bahkan, Unair bekerja sama dengan RS Penyakit Tropik sedang mengembangkan obat pembunuh virus AIDS.

Siang tadi mahasiswa Universitas Airlangga menggelar Peduli dan Pemberdayaan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka mengajarkan berbagai teknik pembuatan karya kerajinan tangan kepada para ODHA. Mulai dari membuat manik-manik, sebagian ibu yang terjangkit AIDS ini juga diajarkan merajut.

Namun di tengah usaha untuk terus beraktivitas, para ODHA rupanya bisa berlega hati. Sebab Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Penyakit Tropik kini sedang mengembangkan obat untuk membunuh virus HIV/AIDS.

Pengerjaan obat ini sudah dilakukan di tingkat invitro atau laboratorium. Tinggal dikembangkan secara uji klinis. Itulah yang dipaparkan Prof Dr dr Nasronudin SpPD Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair.

"Obat yang belum bisa disebut namanya itu berfungsi untuk mencegah pertemuan GP120 dan sel CD4 yang menyebabkan munculnya virus HIV/AIDS," kata Prof Dr dr Nasronudin SpPD saat mengisi acara "Peduli Pemberdayaan ODHA di Jawa Timur" di RS Penyakit Tropik Surabaya, Selasa (13/12/2011).

Pihaknya juga mengatakan bahwa obat ini juga bisa membunuh enzim di bawah virus HIV. "Jadi, fungsinya ngeblok supaya virus tidak beranak-pinak," kata Ketua Institute of Tropical Disease ( ITD) Unair Surabaya itu.

Pengembangan virus itu sendiri sudah berjalan selama 2 tahun. Saat ini, tahapannya sudah sampai di tingkat invitro atau laboratorium, tinggal diuji secara klinis.

Nasronudin menerangkan, obat tersebut dibuat dari bahan herbal dan setidaknya butuh biaya sekitar Rp 1,2 miliar untuk penelitiannya.

Namun hingga kini pihaknya tidak bisa menjanjikan kapan obat itu akan dipasarkan. Meski begitu Nasronudin berharap ada kucuran dana yang mendukung pembuatan obat. Sebab, Selama ini hanya ARV yang digunakan untuk menghentikan pertumbuhan virus HIV/AIDS.

"Dengan obat baru hasil penelitian ini, virus HIV/AIDS mulai dari stadium awal hingga lanjut bisa dimatikan. Pengaruhnya bisa dilihat dalam 2 tahun," terangnya.

(nrm/fat)

Sumber: http://surabaya.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5624