Empat Perusahaan Tolak Sosialisasi AIDS
Tanggal: Thursday, 15 December 2011
Topik: Narkoba


Surabaya Post, 14 Desember 2011

SIDOARJO – Sebanyak empat perusahaan di kawasan Sidoarjo menolak sosialisasi tentang HIV/AIDS yang ditawarkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sidoarjo. Penolakan itu diungkapkan Erni Ratnawati, relawan dari KPA Sidoarjo, Rabu (14/12).

’’Kegiatan sosialisasi pada institusi untuk kali ini sebenarnya kami mengundang lima institusi. Namun, yang mau hanya PDAM. Seangkan empat perusahaan lainnya menolak,’’ jelas Erni Ratnawati.

Di antara empat perusahaan yang menolak itu PT Comfeed, Sosro, Ecco, dan Poligon. Itu sangat disayangkan. Alasannya, karena kepedulian perusahaan tersebut dinilai sangat rendah terhadap penderita HIV/AIDS.

’’Padahal pekerja di industri itu sangat rawan terkena HIV/AIDS. Itu karena gaya hidup pekerja atau buruh saat ini identik dengan seks bebas,” ujar Erni.

Apalagi, terang dia, tidak semua buruh memahami tentang bahaya HIV/AIDS itu. Dia contohkan seperti saat sosialisasi bahaya HIV/AIDS di PDAM. Menurut dia, peserta wanita sangat antusias ketika memasuki sesi tanya jawab terkait hubungan seks beresiko. Terutama mengenai pemakaian alat kontrasepsi khusus wanita untuk mencegah penularan HIV/AIDS.

Ironisnya, kata dia, ada seorang peserta justru baru mengetahui tentang kontrasepsi wanita saat acara berlangsung. Dia bertanya kepada relawan KPA tentang cara penggunaan kontrasepsi tersebut. Minimnya informasi tentang kontrasepsi wanita, lanjut Erni, disebabkan harga kontrasepsi wanita lebih mahal. Selain itu, perasaan malu disaat membeli kontrasepsi wanita di apotik merupakan salah satu faktor.

Untuk menjelaskan lebih jauh cara penggunaan kontrasepsi wanita, Erni menggunakan alat bantu berbentuk kelamin wanita. Dengan alat bantu itu, Erni memeragakan di hadapan peserta bagaimana cara pemakaian kontrasepsi ini dengan benar. ”Ternyata mereka sangat antusias. Bahkan setelah acara, beberapa ibu-ibu yang ikut KB minta kontrasepsi di kantor KPA. Kalo masalah nikmat atau tidak, itu selera saja,” kata Erni.

Karena itu, dia sangat menyayangkan bila ada perusahaan tidak peduli terhadap kondisi karyawannya. Terutama bagi mereka yang terindikasi kena HIV/AIDS, sementara yang bersangkutan masih belum memahami. ’’Ini perlu kerja khusus untuk meyakinkan perusahaan-perusahaan yang berkesadaran rendah,’’ terangnya.

Selain itu, kata KPA juga berencana menyasar ibu-ibu PKK tingkat desa. Menurut Erni pengetahuan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS di lingkungan pedesaan masih sangat minim. Karena itu, tahun 2012 KPA lebih fokus sosialisasi ke pelosok-pelosok desa dengan menggandeng PKK tingkat desa.

Seperti diberitakan, dari total 680 orang penderita HIV/AIDS yang terdata di Kabupaten Sidoarjo, usia 21-40 mencapai 529 orang, 41 tahun keatas 103 kasus dan dibawah 21 tahun 48 kasus. Itu menunjukkan penderita HIV/AIDS didominasi usia produktif. Dari 529 orang, 39% karena narkoba, 41% disebabkan hetero sexual dan sisanya lain-lain. Artinya potensi penularan HIV/AIDS paling besar dari hubungan seks. Data ini dari Januari hingga Oktober 2011, bahkan kemungkinan besar hingga akhir tahun terus bertambah. M37

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5635