10 Juta Pria ''Pakai'' PSK Tanpa Kondom
Tanggal: Thursday, 15 December 2011
Topik: Narkoba


Galamedia, 15 Desember 2011

BANJARAN - Sebuah angka mencengangkan dikeluarkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Komisi ini menyebutkan, 10 juta pria Indonesia menyukai berhubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK) tanpa menggunakan pengaman atau kondom. Perilaku seks bebas dan menyimpang ini menyebabkan jumlah penderita HIV/AIDS yang muncul ke permukaan tiap tahun mengalami peningkatan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris KPA Nasional, Nafsiah Mboi saat menghadiri puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2011 Tingkat Jawa Barat di halaman PT Mitra Rajawali Banjaran, Kec.

Banjaran, Rabu (14/12). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Bupati Bandung Dadang M. Naser serta sejumlah pejabat dari Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung.

"Perilaku seks bebas yang dilakukan pria menjadi faktor utama dari penularan HIV/AIDS kepada istrinya. Seperti kasus di Jawa Barat, ternyata jumlah ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS sebanyak 350 orang, jauh lebih banyak ketimbang PSK yang tercatat sebanyak 307 orang. Terus terang fenomena yang terjadi ini membuat saya risau. Persoalannya, jika sudah menularkan kepada istri, rentan menular ke anak," tuturnya.

Menurutnya, kondom bisa menjadi penghambat atau dinding pencegah terjadinya pertukaran cairan dari dalam tubuh. HIV dapat ditularkan melalui tiga cara, yaitu hubungan seks yang tidak terlindung dengan orang yang telah terinfeksi HIV, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengingatkan, permasalahan AIDS bisa diatasi bila semua pihak memiliki komitmen bersama dalam pencegahan dan penanggulangan. Sebagai bentuk perhatian, Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2011.

"Anggaran yang kita alokasikan baru sebatas pengobatan. Mungkin dalam APBD 2012 lebih ditekankan pada pencegahan dan penanggulangan. Menyangkut besarannya nanti akan kita sesuaikan dengan kebutuhan," tandasnya.

Dalam peringatan HAS 2011 ini, tema yang diangkat adalah "Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS". Karena itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat menjadi panitia penanggung jawab dalam acara HAS 2011.

Pekerja dan HIV menjadi isu utama dalam acara HAS tahun ini karena dinilai sebagai populasi yang cukup rentan terkena virus HIV dan dampak stigma dan diskriminasi bila tertular HIV/AIDS. Padahal, apabila melihat dari segi usia, banyak kasus HIV dan AIDS terjadi pada usia produktif yaitu 19-39 tahun. Berdasarkan data KPA Jabar, jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun 1989 sampai September 2011 sebanyak 6.279 orang. Dari jumlah tersebut tercatat 55 orang pegawai negeri sipil (PNS) terkena AIDS, dan 19 orang positif HIV. (B.104)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5644