Sumut Masih Menduduki Ranking 10 Jumlah ODHA di Indonesia
Tanggal: Thursday, 15 December 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 15 Desember 2011

Medan - Tahun 2011 ini Sumut masih menduduki ranking 10, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia. Bahkan, Medan Plus yang menangani khusus penderita HIV/AIDS dan narkoba, hingga November 2011, telah mendampingi sebanyak 306 orang ODHA. Hal itu diungkapkan Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Provsu,Eban Totonta Kaban didampingi Wakil Dekan III FISIP UMA Drs Bahrum Jamil MAP, Rabu (14/12) di sela - sela peringatan Hari AIDS se Dunia, yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Kampus UMA Jalan Kolam Medan Estate.

Peringatan Hari AIDS se Dunia itu diselenggarakan Pemprovsu bekerjasama dengan UMA dan LSM Medan Plus.

Menurut, Eban T Kaban masih banyaknya masyarakat yang tertular HIV/AIDS, faktor utama penyebabnya karena kurangnya pengetahuan tentang orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Usia 24 - 34 tahun sangat rentan terkena penularan HIV/AIDS. "Untuk itulah kita memberikan informasi berupa pengetahuan soal HIV/AIDS kepada mereka yang belum terkena HIV/AIDS terutama mereka di usia 15 - 24 tahun," katanya.

Dijelaskannya, penderita HIV/AIDS semakin bertambah karena ketidaktahuan atau kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS. Medan Plus sendiri, sejak berdiri tahun 2003 hingga tahun 2011, telah mendampingi 2.153 penderita HIV/AIDS. Sebab itulah, katanya, informasi mengenai HIV/AIDS harus sudah diberi sejak usia 15-24 tahun agar masyarakat memahaminya.

Penyebab

Dikatakannya pada umumnya penyebab penularan HIV/AIDS dikarenakan oleh hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Penularan itu melalui cairan darah, air susu ibu, dan cairan kelamin. "Penggunaan pisau cukur yang tidak steril, jarum suntik, sikat gigi merupakan salah satu media yang bisa menyumbang penularan," ujarnya seraya berharap para medis harus memerhatikan penggunaan jarum suntik kepada pasiennya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMA, Ir Zulheri Noer MP mengatakan UMA konsern dan peduli terhadap persoalan HIV/AIDS sebab katanya epedemi HIV/AIDS bukan tanggung jawab pemerintah saja.

Karena itu kegiatan memperingati hari AIDS di UMA dikemas dengan menarik dengan kolaborasikan unsur edukasi dan hiburan sehingga bisa dicerna oleh mahasiswa dan kalangan pelajar yang hadir.

Sementara Gubsu yang membuka acara tersebut diwakili Kasubbag Kesehatan Binsos Pemprovsu, Toras Syafwan Nasution mengatakan sampai saat ini persoalan HIV/AIDS menjadi hal penting yang harus diperhatikan pemerintah.

"Pemprovsu bersama masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk menekan laju epidemi HIV/AIDS dengan melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Dengan demikian, diharapkan adanya penurunan jumlah penularan HIV/AIDS terutama di kalangan generasi penerusbangsa," ungkapnya. (twh)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5646