HIV Tertinggi Lewat Napza Suntik
Tanggal: Thursday, 15 December 2011
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 15 Desember 2011

BANDUNG - Penyebab penularan HIV/AIDS tertinggi di Indonesia masih dipegang oleh penggunaan Napza suntik. Di Jawa Barat, pengguna Napza suntik yang mengidap HIV/AIDS berjumlah 3891 orang.

Hal ini terungkap pada puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2011, di PT Mitra Rajawali Jln. Raya Banjaran Km 16 Kab. Bandung, Rabu (14/12).

Peringkat kedua ditempati oleh penularan melalui hubungan seks, yang didominasi oleh penularan dari laki-laki ke perempuan.

Beberapa tahun terakhir ini terjadi pergeseran odha, di mana jumlah ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS bertambah banyak. Di Jawa Barat jumlah ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS sebanyak 541 orang, atau lebih banyak dari PSK yang positif HIV/AIDS sebanyak 307 orang.

Para ibu rumah tangga yang menjadi odha ini disinyalir mendapatkan virus mematikan itu dari sang suami.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan, saat ini di Jawa Barat terdapat 2.354 orang yang mengidap HIV positif, dan 3.925 pengidah AIDS, dengan estimasi 21.000 orang tertular di Jawa Barat.

Tema peringatan Hari Aids Sedunia tahun ini adalah "Lindungi pekerja dan dunia usaha dari HIV dan AIDS". Sorotan terhadap HIV/AIDS di dunia kerja sangat relevan dengan kondisi Jawa Barat, mengingat sekitar 85 persen odha di Jawa Barat merupakan penduduk usia produktif, dengan rentang usia 15-40 tahun.

“Kelompok buruh dan pekerja yang masuk kelompok odha paling banyak di Jawa Barat, terutama di Pantura. Kita ungkap ini semua supaya kita mengambil sikap yang adil,” katanya.

Adil yang dimaksud adalah adanya pengakuan bahwa HIV/AIDS merupakan masalah di tempat kerja, sehingga perusahaan berkewajiban untuk memberikan informasi mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Selain itu, Heryawan meminta perusahaan untuk tidak mendiskriminasi pekerja dengan HIV/AIDS, dan mau mempekerjakan odha. Pasalnya, menstigma odha berarti melanggar UU HAM, UU Kesehatan, UU Perlindungan Anak, dan Permenakertrans. Heryawan bahkan meminta agar perusahaan yang melakukan diskriminasi tersebut dilaporkan, sehingga mendapatkan sanksi. (A-180/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5647