Mahasiswa Sasaran Empuk HIV/AIDS Didorong Jadi Fasilitator untuk Mencegahnya
Tanggal: Thursday, 15 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Samarinda Pos, 15 Desember 2011

Kalangan kampus pun memberikan perhatian khusus pada HIV/AIDS, di samping melakukan riset ilmiah pada virus HIV, edukasi juga dirasakan perlu buat mahasiswa, agar mereka tahu persis apa akibatnya, jika terkena HIV/AIDS. Karena tak dipungkiri mahasiswa rentan terkena terkena virus ini, bila menerapkan pola hidup yang salah.

Demikian disampaikan Ketua Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unmul Dr Aman Panggabean MSi dan Dr Rahmad Gunawan MSi yang juga dosen di FMIPA, ketika ditanya di sela-sela kegiatan edukasi mengenai HIV/AIDS.

Dalam edukasi tersebut, dihadirkan pihak-pihak berkompeten sebagai narasumber, seperti dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Ternyata, cukup banyak mahasiswa yang tertarik mencari tahu, apa dan bagaimana HIV/AIDS tersebut, termasuk resiko yang harus mereka tanggung, jika coba-coba menyalahgunakan narkoba. "Saya rasa ini ke khawatiran kita bersama, kalau narkoba ini telah merasuk hingga ke pelosok. Ada baiknya, mahasiswa tahu, apa jadinya jika mereka bermain-main dengan narkoba, bahkan nekat melakukan hubungan seks di luar nikah. Kalau mereka paham, tentu akan mencegah dirinya, supaya tidak terjerumus," kata Aman Panggabean.

Adapun Rahmad Gunawan menambahkan, Unmul sendiri sebenarnya telah melakukan riset terhadap virus HIV. Namun diakuinya, virus ini tak mudah dipelajari, dibandingkan virus jenis lain. Bahkan riset dunia pun belum sampai final hingga saat ini.

"Makanya, saya berpandangan, tak cukup hanya ilmu pengetahuan saja untuk menahan laju perkembangan virus ini, tapi yang terpenting adalah moral. Kita tahu, mereka ini pada fase libido tinggi, sehingga perlu dibentengi dengan moral, agar tidak menyalurkan dengan cara yang salah," ujarnya.

Sementara itu, Joko Prasetyo, Ketua Pemuda Lira (Lumbung Informasi Rakyat), yang digandeng mencari tenaga fasilitator pencegahan narkoba dan HIV/AIDS menyebutkan, memberikan apresiasi pada kegiatan ini.

"Kami sendiri kaget, melihat respon yang begitu bagus, awalnya kami cuma target mencari 100 orang, ternyata bengjkak menjadi lebih dari 200 orang, yang siap menjadi tenaga fasilitator, setelah mendapat penjelasan apa dan bagimana HIV/AIDS," katanya. Dia berharap, para mahasiswa ini bisa menjadi agen perubahan di kampus, dengan mengkampanyekan soal bahaya narkoba dan HIV/AIDS. "Sebab pola pendekatan yang digunakan adalah informasi dari teman ke teman, ini bisa lebih efektif dalam penyebaran informasi," pungkasnya. (ama/ara)

Sumber: http://www.sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5648