Pernikahan Pelajar Marak di Lereng Merapi
Tanggal: Friday, 16 December 2011
Topik: Narkoba


REPUBLIKA.CO.ID, 15 Desember 2011

SLEMAN - Angka pernikahan dini di lereng Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta selama 2011 ini tergolong tinggi.

"Selama 2011 tercatat ada 40 pernikahan yang dalam persyaratannya harus dilengkapi dengan dispensasi. Kebanyakan pemohon tersebut masih berstatus pelajar sekolah menengah atas saat akan melangsungkan pernikahan," kata Camat Cangkringan, Samsul Bakri, Kamis.

Permintaan dispensasi tersebut harus dipenuhi karena ada pasangan yang belum cukup usia. Yakni, usia mereka berkisar antara 15 hingga 20 tahun. "Generasi muda harus bisa menjaga kehormatan dan menikah saat sudah siap segalanya," katanya pada "talkshow" peringatan Hari AIDS di Balai Desa Argomulyo, Cangkringan, yang diikuti ratusan pelajar SMA.

Ketua panitia talkshow peringatan Hari Aids Cangkringan, Norma Hari Nugraha, mengatakan kegiatan sengaja menyasar pelajar. Karena, saat ini terjadi kerawanan akibat pergaulan yang semakin bebas dan pengaruh keterbukaan informasi.

"Dengan gencarnya sosialiasi dan bertambahnya pengetahuan remaja, mereka diharapkan dapat menjaga kualitas hubungan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan," katanya. "Saat ini semakin banyak pacaran yang tidak sehat. Sehingga, hal tersebut merugikan kaum remaja sendiri."

Menurut Norma, Cangkringan sebagai salah satu tujuan wisata di lereng Merapi berhasil mendatangkan banyak orang dari luar daerah. Namun, tak jarang pengaruh buruk akibat pergaulan bebas berdampak terhadap remaja yang ada di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sumber: http://www.republika.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5654