Prioritaskan HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 16 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Pontianak Post, 16 Desember 2011

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andy Jap mengatakan, di tahun 2012 penanganan HIV dan AIDS tetap akan menjadi program prioritas pemerintah provinsi. Hal itu mengingat penanggulangan HIV dan AIDS merupakan salah satu program millennium development goals (MDG’s).

Upaya penanganan HIV/AIDS menurutnya akan disinergiskan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Sayangnya, dalam kesempatan ini, Andy belum dapat menyampaikan besaran anggaran yang dialokasikan pemprov untuk penanganan HIV dan AIDS. “Tetapi itu tetap jadi prioritas kita,” ujarnya saat ditemui di DPRD, kemarin.

Terkait dengan isu akan dihentikannya bantuan luar negeri dalam penanggulangan HIV dan AIDS, Andy mengakui bahwa bantuan-bantuan luar negeri itu hanya bersifat stimulan. Jika suatu saat bantuan itu dihentikan, pemerintah harus siap untuk mandiri.

“Semua memang begitu. Bukan hanya untuk HIV/AIDS, untuk TB dan malaria juga begitu. Selama ini bantuan dari Global Fund. Kita tidak boleh sepenuhnya bergantung kepada bantuan luar,” katanya. Bantuan yang diberikan luar negeri, biasanya hanya dalam jangka waktu tertentu misalnya lima tahun.

Jika nanti bantuan dari Global Fund dihentikan, sambung Andy, upaya penanggulangan HIV dan AIDS akan ditanggulangi oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan pemprov dan pemkab/pemkot.

“Tinggal porsinya dibagi-bagi. Kalau Global Fund stop, mungkin pemerintah pusat akan ambil alih pengadaan obatnya karena obat itu mahal. Polanya seperti itu,” jelasnya. Andy berharap, dalam lima tahun ini kasus-kasus HIV dan AIDS jauh berkurang sehingga tidak memberatkan upaya-upaya penanggulangan. (ron)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5662