Lagi, Cewek Kafe Terkena HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 19 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 17 Desember 2011

Singaraja - Bulan Desember ini ditemukan lagi seorang perempuan pekerja kafe atau lebih dikenal dengan cewek kafe teridentifikasi terjangkit HIV/AIDS. Dengan penemuan itu, hingga kini tercatat sebanyak tujuh orang cewek kafe terkena HIV/AIDS yang hingga kini masih bekerja di Buleleng.

Aktivis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng yang juga dikenal sebagai koordinator Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Buleleng, Made Ricko Wibawa, Jumat (16/12) kemarin, mengatakan cewek kafe yang diiketahui mengidap HIV/AIDS pada bulan Desember ini beroperasi di wilayah Kecamatan Banjar.

Dengan ditemukan seorang cewek kafe yang terkena HIV/AIDS tersebut, berarti saat ini sudah diketahui tujuh cewek kafe terkena virus mematikan tersebut. Yang menarik, cewek kafe itu masih bekerja dan menerima pelanggan. "Kami harapkan warga hati-hati saja," katanya.

Di sisi lain, keberadaan kafe yang terus bertambah di Buleleng ini mulai dikeluhkan oleh wisatawan. Karena kafe yang buka hingga tengah malam bahkan sampai dinihari itu kerap menganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Buleleng.

Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa saat pembukaan Muscab PHRI di salah satu hotel di kawasan Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, kemarin, mengatakan kafe yang sering dijadikan himburan malam kini dirasakan sangat menganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Buleleng. Aktivitas kafe yang buka hingga dinihari dan suara musik keras ini sering menyebabkan wisatawan komplin.

"Kami sering menerima pengaduan dari wisatawan yang mengaku terganggu karena aktifitas kefe, bahkan wisatawan malah sering check out lebih awal dan mencari hotel lain," katanya. Menurut Suardipa, sebenarnya kafe itu bisa dikendalikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah selektif dalam memberikan izin kafe terutama yang berlokasi di kawasan pariwisata.

Selain itu pihaknya berharap dukungan dari aparat keamanan untuk menjaga situasi nyaman dan kondusif dan wisatawan tidak terganggu lagi dengan aktivitas kafe. "Kalau bisa KPT selektif memberikan izin kafe yang akan buka dan yang sudah ada itu perlu diawasi dan kalau yang melanggar harus ditertibkan," jelasnya.

Sementara Kapolres Buleleng AKBP T. Widodo Rahino menyatakan, masalah kenyamanan wisatawan sangat penting. Untuk itu, pihaknya menyatakan siap membantu segala bentuk bantuan pengamanan untuk wisatawan saat berkunjung ke Buleleng. "Anggota polres lebih dari seribu dan itu siap membantu apapun keperluan pariwisata asal itu menyangkut kenyamanan pariwisata," jelasnya. (kmb15/kmb)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5670