85 RS di DKI Gratiskan Penderita HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 19 December 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 18 Desember 2011

Jakarta - Kesehatan merupakan hak setiap manusia, tak terkecuali orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan pelayanan terhadap pengidap HIV/AIDS di 85 rumah sakit (RS) di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, Pemprov DKI terus bekerja keras untuk mensosialisasikan strategi penanggulangan HIV/AIDS kepada masyarakat, termasuk keterlibatan 85 RS yang siap menampung ODHA. Pelayanan yang diberikan pun secara gratis.

"Delapan puluh lima rumah sakit di Jakarta siap melayani ODHA dengan gratis jika pasien yang bersangkutan memiliki kartu JPK-Gakin dan SKTM," kata Fauzi Bowo di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, sambung pria yang akrab disapa Foke ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah memiliki alat tes pendeteksi HIV di 44 puskesmas kecamatan, 54 rumah sakit swasta, dan 6 rumah sakit umum daerah (RSUD). Totalnya, DKI memiliki 104 lokasi dari 772 lokasi alat pendeteksi HIV di Indonesia.

"Hal itu dilakukan untuk mencapai target tahun 2012 yaitu mencegah 36 ribu kasus infeksi baru di tahun 2012," ungkap Foke.

Diketahui, jumlah kasus HIV/AIDS baru di Jakarta, berdasar data seksi Surveilans Epidemiologi HIV/AIDS Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2011 hingga Juni adalah 675 HIV, 509 AIDS dengan angka kematian 109 kasus.

Sementara pada pada tahun 2010 lalu, kasus baru HIV dengan periode yang sama, sebanyak 1.433 kasus, AIDS sebanyak 1.310 kasus dengan angka kematian 280 kasus. Sedangkan angka komulatif di DKI Jakarta sejak ditemukan tahun 1987 hingga Juni 2011 adalah 4.957 kasus HIV dan 4.827 AIDS. [mar]

Sumber: http://metropolitan.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5673