Pendidikan Reproduksi Perlu Diketahui Anak-anak
Tanggal: Monday, 19 December 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 18 Desember 2011

PALANGKA RAYA - Pendidikan reproduksi perlu diketahui dan diajarkan kepada anak-anak dan merupakan hak setiap anak yang harus diberikan.

"Sudah saatnya anak mengetahui aspek reproduksi agar mereka tahu sebab dan akibatnya apabila salah dalam mengartikannya," kata Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah, Benny Bennu di Palangka Raya, Minggu (18/12/2011).

Salah satu alasan pendidikan reproduksi perlu diketahui anak, ungkapnya, lantaran terjadinya hubungan intim di luar nikah maupun menonton film porno merupakan contoh yang sangat memprihatinkan, karena selama ini baik dari orang tua, guru maupun lingkungan jarang memberikan pengetahuan tersebut sejak anak menginjak remaja.

Dengan alasan sangat tabu untuk dibicarakan sehingga pendidikan seks seakan disembunyikan dari anak sampai mereka mengetahui sendiri atau dari pergaulan sesama remaja maupun mendapatkan dari internet.

Bahkan dengan pertimbangan budaya ketimuran, kata dia, sangat tidak mungkin untuk dijelaskan kepada anak, sehinggga anak lebih banyak mengetahui dari dunia luar yang malah dapat berakibat lebih fatal.

"Sangat berbeda dengan negara yang sudah maju, dimana pendidikan reproduksi sudah diberikan sejak anak menginjak usia remaja bahkan usia dini," katanya.

Dengan demikian, tegasnya, sudah saatnya anak mengetahui aspek reproduksi, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menghancurkan masa depan anak itu nanti, sehingga diperlukan peran serta dari orang tua, guru dan lingkungan sangat penting dalam memberikan pendidikan seks.

"Jangan sampai karena ketidaktahuan anak mengenai hal itu, dapat berdampak pada pendidikan seks yang salah dan terjerumus pada pergaulan bebas maupun seks bebas," katanya.

Ditambahkannya, untuk menanggulangi dan meminimalisir permasalahan yang ada pada anak, BKBBN telah merekrut dan mendidik remaja sebagai tenaga penyuluh lapangan.

Mereka bertugas memberikan pendidikan seks dan konseling kepada teman sebaya akan pengaruh bahaya pergaulan bebas. "Selain itu juga mengenai kesehatan produksi remaja atau yang lebih dikenal dengan program persiapan kehidupan bekeluarga," ujarnya.

Dengan jumlah remaja yang besar dari total jumlah penduduk, pasti mempunyai permasalahan sangat kompleks seiring masa perubahan yang dialaminya.

Masalah yang paling menonjol di kalangan remaja seperti seksualitas yang mengakibatkan kehamilan yang tak diinginkan bahkan melakukan aborsi, terinfeksi penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS serta penyalah gunaan narkotika psikotropika dan zat aditif (Napza).

Sumber: http://edukasi.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5674