Dikecam, Fasilitas Kondom di Hotel Jalan Terus
Tanggal: Monday, 19 December 2011
Topik: Narkoba


Surabaya Post, 19 Desember 2011

KEDIRI – Penempatan sebanyak 55 kotak yang berisi kondom di sejumlah hotel dan tempat hiburan malam di Kota Kediri jalan terus. Sebelumnya, program pemberian informasi bahaya virus HIV/AIDS ini sempat dikecam Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), karena dinilai melegalkan maksiat.

Sasaran penempatan loket kondom tersebut di antaranya di sejumlah hotel, tempat hiburan seperti karaoke dan diskotek serta sejumlah kafe remang-remang. Tujuannya selain menekan jumlah penderita HIV/ AIDS juga memberikan informasi dan sebagai pengamanan virus yang dinilai memematikan.

Menurut Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri, Ardi Bastian, sejauh ini sudah ada enam loket yang dipasang. Di antaranya di tempat karaoke Pondok Bambu, Inul Vista dan Alien. “Selanjutnya kami lakukan pemasang secara bertahap,” kata Ardi, Minggu (18/12).

Setelah terpasang, tambah dia, KPAD akan terus mengawasi loket kondom dan kemudian mengevalusinya setiap tiga bulan. “Kalau memang ada respon yang baik, evaluasi akan dilakukan tiga bulan sekali,” jelas dia.

Sekadar diketahui jumlah pengidap HIV AIDS di Kota Kediri hingga kini tercatat sebanyak 129 penderita. Rata-rata orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini masih dalam usia produktif, antara 18 hingga 43 tahun. Selain jumlah yang terdata, KPAD memperkirakan sebanyak 12 ribu orang penderita belum terdeteksi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Kediri, Thimotius Rahardi membenarkan jika pihaknya telah melakukan kesepakatan bersama dengan KPAD tentang pemberian kondom kepada para pengunjungnya hotel. Bahkan, sebagian besar hotel telah diberi fasilitas kondom secara gratis. Kesepakatan PHRI dengan KPAD terkait fasilitas kondom dilakkan sejak Juni lalu. Bahkan sempat dilakukan dengan pendapat dengan Komisi C DPRD Kota Kediri

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Muzer Zaidib, mengecam adanya fasilitas alat kontrasepsi kondom di beberapa hotel dan tempat hiburan. Pasalnya, dengan fasilitas kondom yang diberikan kepada para pengunjung, terkesan melegalkan perbuatan mesum di hotel. “Kalau ini diterapkan, secara tidak langsung, Kota Kediri melegalkan praktik atau perbuatan mesum di hotel,” ujarnya.

Menurut dia, pemberian kondom itu diperbolehkan bagi pasangan suami istri agar untuk memprogram keturunan. “Kalau diberikan di hotel dan tempat hiburan, sama saja membantu perbuatan maksiat, seperti pergaulan bebas,” ujarnya.

Dia juga mengancam akan mencabut aturan pemberian kondom di beberapa hotel dan tempat hiburan malam. “Kalau dalam evaluasinya ternyata kondom digunakan untuk perbuatan maksiat, aturan akan kami cabut. Apalagi program itu belum ada Perda yang mengaturnya,” ancam dia.gim

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5676