Sepuluh Napi di Jember Terinfeksi HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 19 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Gatra, 19 Desember 2011

Jember - Sedikitnya 10 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kabupaten Jember, Jawa Timur, terinfeksi HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immuno deficiency syndrome).

Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Yumarlis, Kamis (15/12), mengatakan, penemuan narapidana yang terinfeksi HIV/AIDS itu setelah dilakukan tes terhadap sejumlah narapidana yang berpotensi tertular penyakit yang mematikan itu.

"Mereka yang rawan terinfeksi HIV/AIDS adalah narapidana narkoba yang pernah menggunakan jarum suntik, narapidana yang pernah menjadi pekerja seks komersial (PSK), pelanggan PSK, waria pekerja seks dan masyarakat yang berperilaku seks menyimpang," tuturnya.

Menurut dia, narapidana yang terinfeksi HIV/AIDS tidak boleh diasingkan atau dijauhi karena penderita HIV/AIDS memerlukan dukungan semua pihak dalam mempertahankan hidupnya.

"Biasanya pihak Dinkes Jember akan merahasikan nama-nama mereka dan narapidana penderita HIV/AIDS akan diberikan konseling dan obat ARV untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil," katanya menjelaskan.

Ia menuturkan jumlah penderita HIV/AIDS di Jember hingga kini mencapai 553 orang, dengan rincian penularan heteroseksual sebanyak 430 kasus, pecandu narkoba jarum suntik sebanyak 47 kasus, homoseksual sebanyak 47 kasus, penularan dalam kandungan ibu (perinatal) sebanyak 17 kasus, penularan dari ODHA sebanyak delapan kasus, dan tranfusi darah sebanyak empat kasus.

"Data di Dinkes Jember menyebutkan bahwa penderita HIV/AIDS terbanyak berasal dari ibu rumah tangga sebanyak 112 orang karena diduga mereka tertular dari suaminya yang suka `jajan` sembarangan," paparnya.

Dinkes Jember, kata dia, berupaya menjalankan sejumlah program untuk mencegah meluasnya penularan HIV/AIDS di Jember antara lain memberikan pendidikan kepada pemilik tempat hiburan tentang penularan dan bahaya HIV/AIDS.

"Kami juga melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan larangan melakukan hubungan seks bebas kepada kalangan pelajar, supaya mereka tidak terjangkit HIV/AIDS," paparnya.

Yumarlis mengimbau warga yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS bisa memeriksakan diri ke klinik VCT RSUD dr Soebandi, VCT Puskesmas Puger dan VCT RSUD Balung, dengan kerahasiaan yang dijamin oleh pihak konselor. [TMA, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5678