Periksa Penyakit Infeksi di LMK FKUI, Yuk!
Tanggal: Tuesday, 20 December 2011
Topik: Narkoba


okezone.com, 19 Desember 2011

PENYAKIT infeksi masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia dikarenakan penderita penyakit tersebut masih terus bermunculan. Untuk mencegahnya, mengantisipasi sejak dini dengan memeriksakan diri di laboratorium khusus menjadi solusi awal yang baik. Laboratorium Mikrobiologi Klinik (LMK) FKUI yang menjadi salah satu rujukan nasional dari empat laboratorium lainnya di Indonesia dapat menjadi alternatif untuk dikunjungi.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri memang sangat mengkhawatirkan. Apalagi, keberadaan penyebabnya tersebut sangat kasat mata sehingga diperlukan alat khusus dan tempat khusus dalam menelitinya.

Berbagai penyakit infeksi yang beredar, misalnya kehadirannya tersebut disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit. Bahkan, beberapa penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit menular, antara lain difteri, batuk rejan, bronktiis, cacar air, campak, tuberkolosis, kusta, diare, disentri, flu, hepatitis A, kolera, sifilis, dan HIV/AIDS.

Dengan keberadaan laboratorium mikrobologi, tentu hal tersebut sangat memberikan peran aktif dalam menentukan penatalaksanaan penyakit infeksi termasuk pencegahannya dan pengendalian peningkatan resistensi mikroba terhadap antibiotik.

Dr Anis Karuniawati PhD SpMK(K) selaku Ketua Departeman Mikrobiologi FKUI mengatakan, bahwa penyakit infeksi saat ini masih menjadi masalah utama di Indonesia sehingga diperlukan suatu layanan laboratorium diagnostik yang memadai.

“LMK memberikan layanan unggulan, seperti pemeriksaan tuberkolosis dan HIV yang telah tersertifikasi secara internasional. Selain itu, LMK pun mampu melakukan pemeriksaan mikrobiologi molekuler yang berfungsi untuk mendeteksi mikroorganiseme penyebab penyakit menular yang sulit dibuktikan dengan pemeriksaan konvensional. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut diperlukan teknik amplikfikasi DNA atau RNA, seperti PCR (polymerase chain reaction),” katanya dalam acara media edukasi bertema “Laboratorium Mikrobiologi Klinis (LMK) FKUI Berperan Penting dalam Penetalaksanaan Penyakit Infeksi di Indonesia” di LMK FKUI, Jalan Pegangsaan Timur 16, Jakarta, Senin (19/12/2011).

Dr Erlina Burhan SpP (K) dalam kesempatan yang sama menuturkan, bahwa sejak awal para dokter pun tergantung dengan laboratorium mikrobiologi karena dari situlah penyebab wabah penyakit dan sebagainya diketahui

Ditambahkannya, LMK FKUI adalah salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan. Apalagi, layanan diagnostik untuk tuberkolosis dengan standar WHO di Indonesia hanya dapat dilakukan di lima laboratorium, di mana salah satunya adalah LMK FKUI ini.

“Keunggulan pada SDM dan fasilitas di LMK menyebabkan Kemenkes memberikan kepercayaan pada LMK FKUI melalui penunjukannya sebagai Laboratorium Rujukan Nasional Tuberkolosis untuk pemeriksaan berbasis biomelokuler sekaligus sebagai penyelenggara pelatihan bagi tenaga laboratorium di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Didukung dengan tenaga handal serta alat-alat canggih, laboratorium yang menjadi rujukan nasional ini memiliki berbagai pelayanan yang dapat gunakan baik atas nama perorangan ataupun lembaga.

Adapun pelayanan tersebut mencakup antara lain pemeriksaan mikorskopik, biakan, identifikasi dan uji resistensi (bakteri aerob, bakteri anaerob, mikroorganisme dari darah dan mikroorganisme dari feses), biakan khusus dan uji resistensi (dofteri, gonore, tuberkolosis, jamur), uji mikrobiologi lingkungan dan industri (uji sterilitas makanan/minuman, uji sterilitas ruangan, ujisterilitas air, uji potensi antimikroba, uji potensi antiseptic/desinfektan), uji kandungan mikroba pada produk industri, surveilans molecular (MDRO), serologi, mikrobiologi molekuler, pemeriksaan khusus, bahan untuk pemeriksaan mikrobiologi, skrinning kesehatan serta memberikan pelatihan yang berhubungan dengan laboratorium mikrobiologi klinik. (tty)

Sumber: http://lifestyle.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5686