Suami Suka ''Jajan'' Berisiko Tularkan HIV/AIDS kepada Istri
Tanggal: Thursday, 22 December 2011
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 22 Desember 2011

SOREANG - Setidaknya dari tiga juta penduduk di Kab. Bandung, terdapat154 penderita Human immunodeficiency virus (HIV) dan 44 penderita Acquired immune deficiency syndrome or acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) hingga akhir tahun 2011. Di antara 154 penderita HIV/AIDS, lima orang di antara ibu rumah tangga. Demikian yang dikemukakan Petugas Pelaksana Komisi Penanggulangan Aids Kab.Bandung, Wawan Wardiawan, Rabu (21/12).

Menurut Wawan, peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, diwarnai oleh kenyataan bahwa penularan HIV/AIDS bisa terjadi kepada siapa saja termasuk, ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS. “Fenomena ibu rumah tangga tertular HIVAIDS di Kab Bandung antara tahun 2006 – 2010 mencapai 5 orang. Jumlahnya bisa bertambah karena tidak semua ibu rumah tangga ingin mengadukan pada pemerintah. Maka dari itu, fenomena ini seperti gunung es,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tertularnya ibu rumah tangga oleh virus HIV/AIDS tidak lepas dari peran suami yang memilih bersetubuh dengan Pekerja Seks Komersial (PSK). Karena selama ini, tertularnya seorang istri selalu melalui suami. “Risiko ibu rumah tangga tertular sangat tinggi. Dan biasanya selalui dari suami.Bayangkan saja, seorang PSK yang terjangkit HIV/AIDS, dalam satu hari melayani pelanggan sebanyak 2 orang., satu orang di antaranya sudah berkeluarga. Dalam satu bulan, PSK tersebut bisa menularkan virus HIV kepada 30 orang suami. Dalam satu tahun, bisa ratusan suami tertular HIV,” ujarnya.

Setelah suami menggunakan jasa PSK yang terjangkit PSK, lanjut dia, kemudian sang suami pulang ke rumah lalu berhubungan badan dengan istrinya. “Jika demikian, tentunya istri juga akan tertular oleh suaminya. Belum lagi, jika si istri kemudian hamil. Bayi dalam kandungan pun berisiko tertular,” ujarnya.

Oleh karena itu, supaya terhindar dari virus itu, setiap pihak, dalam rangka memperingati hari ibu ini, harus tanamkan rasa saling percaya antar setiap pasangan, gunakan selalu kondom dan hindari penggunaan narkoba serta tanamkan prinsip edukatif pada anggota keluarga. “Dalam rangka memperingati hari ibu, untuk menghindari ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS, saya tekankan bahwa keutuhan rumah tangga serta kesetiaan suami dan istri harus dinomor satu kan ,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jangan sampai istri atau suami tertular HIV AIDS dari pihak lain. Adapun jika seorang istri divonis tertular, hubungan badan antara suami istri yang salah satunya tertular virus ini, wajib menggunakan kondom. “Virus ini bisa menular melalui cairan sperma. Dengan menggunakan kondom, penularan melalui cairan sperma bisa dihindari. Namun dari semuanya itu, tanamkan sikap untuk tidak,” tegasnya.

Sementara itu, dr Dini Adiani selaku Kasie Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kab Bandung mengatakan, seorang ibu yang tertular HIV/AIDS yang kemudian hamil, bayi dalam kandungan bisa berisiko tertular. “Bayi yang lahir dari seorang ibu yang tertular HIV/AIDS kemungkinan bisa tertular karena virus masuk melalui plasenta bayi serta melalui darah. Biasanya bila melahirkan normal, selalu ada darah. Darah yang keluar itu biasanya melumuri bayi, jika darah itu misalkan tertelan, bayi bisa saja tertular. Maka dari itu, jika seorang ibu tertular, proses kelahiran bayinya harus melalui sesar,” ujarnya.

Maka dari itu, ibu yang tertular HIV/AIDs tidak boleh menyusui anaknya karena bisa mengakibatkan penularan. “Maka dari itu, dalam rangka memperingati Hari Ibu, anggota keluarga khususnya suami dan istri harus benar-benar tahu seluk beluk HIV/AIDS. Jangan sampai anggota keluarga tertular. Salah satunya dengan cara komunikasi intensif baik suami dan istri,” ujarnya. (A-194/das)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5697