Ibu yang Berkarakter Ciptakan Generasi Anti Putus Asa
Tanggal: Thursday, 22 December 2011
Topik: Narkoba


Samarinda Pos, 22 Desember 2011

“IBU ADALAH SEKOLAH. BILA ENGKAU MEMPERSIAPKANNYA, MAKA ENGKAU TELAH MEMPERSIAPKAN BANGSA YANG MULIA.”

Begitu istimewanya seorang ibu, bahkan dunia pun menyediakan satu hari spesial untuknya, yakni 22 Desember. Sejatinya seorang ibu adalah sosok yang begitu luar biasa, memiliki potensi fungsi strategis bagi kejayaan Indonesia. Seorang ibu yang sukses akan mampu membangun bangsa dengan menyiapkan generasi berkarakter, generasi anti korupsi, serta generasi anti putus asa. Ibu sukses akan selalu membentengi keluarganya sehingga terhindar dari segala pengaruh negatif yang menjerumuskannya untuk melakukan hal yang merugikan bangsa. Tetapi harus difahami juga bahwa segala potensi yang dimiliki seorang ibu baru akan optimal diberdayakan jika disokong oleh berbagai fasilitas yang memadai. Kondisi (spiritual, emosional, fisik, serta intelektual), yang sehat, kemandirian dalam hal ekonomi, partisipasi kaum ibu dalam berbagai ranah publik. Segenap pihak, termasuk pemerintah punya tanggung jawab besar dalam rangka mensejahterakan kaum ibu sehingga dapat optimal dalam setiap perannya.

Realitas hari ini memaparkan kepada kita berbagai kondisi sebaliknya. Hanya sebagian kecil Ibu Indonesia yang memiliki kesempatan untuk dapat mengoptimalisasi segala potensi dirinya. Sebagian yang lain justru harus siap menghadpi berbagai batu sandungan dalam menjalani peran dan kewajibannya sebagai seorang ibu. Sampai saat ini Angka Kematian Ibu dan Anak di Indonesia masih menjadi “Juara Satu” di Asia Tenggara. Berdasarkan data SDKI 2007 menunjukkan AKI sebesar 228 per 100 ribu kelahiran hidup. Sedangkan AKB sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian Ibu menurut provinsi di Indonesia diperkirakan mencapai 11.534 pada tahun 2010.

Beberapa bulan lalu, KPA Samarinda menyebutkan bahwa penderita AIDS di Samarinda didominasi oleh ibu rumah tangga yang disebabkan oleh perilaku negatif suaminya saat di luar rumah. Berdasarkan data direktorat PNFI Kemendiknas,di Kaltim, angka buta aksara perempuan usia 15 tahun ke atas di tahun 2010 berkisar 3 persen dari keseluruhan jumlah penduduk usia tersebut. Selama kurun waktu 2011, Polda Kaltim mencatat terdapat 40 kasus KDRT di seluruh Kaltim. Masih banyak permasalahan lain yang dihadapi kaum ibu yang belum terblow up dan menjadi “PR” kita bersama untuk segera merumuskan solusinya.

Begitu kompleks permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan data yang tersaji, tidak berlebihan kiranya jika kita simpulkan bahwa hari ini kesejahteraan kaum ibu belum menjadi prioritas utama. Hal ini juga tampak pada rendahnya alokasi dana APBD Kaltim kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) yang hanya berkisar Rp 11,432 miliar dari total APBD Kaltim 2011 senilai sekitar 7,257 T. Disisi lain, dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2009-2014 tertera “Mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkualitas dan bebas dari kemiskinan”.

Masyarakat berkualitas, termasuk didalamnya kaum ibu akan tercapai ketika hal ini tak sekedar menjadi bahan evaluasi tahunan pihak berwenang tanpa adanya langkah kongkrit dalam menjawab setiap permasalahan tersebut.

Tanpa menafikkan apa yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kalimantan Timur dalam rangka mensejahterakan rakyatnya dan mengingat pentingnya penyelesaian terhadap permasalahan kaum ibu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyerukan kepada pihak pemerintah agar dapat lebih fokus dalam memperhatikan kesejahteraan kaum ibu, sebagai salah satu pilar pokok dalam rangka menjemput kejayaan bangsa dengan mengupayakan: (1) memaksimalkan sosialisasi UU KDRT kepada warga Kaltim. (2) maksimal dalam pelaksanaan program pemberdayaan kaum ibu sehingga menghapus asumsi subordinasi ataupun marginalisasi kaum ibu dan wanita secara umum (3) meningkatkan jaminan kesehatan kepada kaum ibu khususnya dalam hal fasilitas maupun biaya persalinan yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan, (4) menekan angka buta aksara kaum ibu di Kaltim Semoga denganya, Kaltim Bangkit 2013 tak sekedar sebuah cita–cita tapi lahir sebagai sebuah realitas bangsa. SELAMAT HARI IBU... (*/ara)

Sumber: http://www.sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5698