3 Tahun, 248 Warga Dumai Terinveksi HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 27 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Riau Terkini, 23 Desember 2011

Kota Dumai dalam ancaman virus HIV/AIDS. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sebanyak 248 warga terjangkiti virus mematikan tersebut.

DUMAI -  Selama kurun waktu tiga tahun jumlah pengidap HIV di Dumai sudah mencapai 148 orang dan 64 diantaranya dinyatakan positif AIDS. Angka tersebut diyakini baru sebagian kecil yang jumlah penderita sebenarnya. Demikian disampaikan Wakil Walikota Dumai H Agus Widayat kepada riauterkini.com, Jumat (23/12/11) di ruang kerjanya.

“Kasus HIV/AIDS di Dumai mengibaratkan layaknya fenomena gunung es yang muncul di permukaan cuma secuil, sementara di bawah permukaan tersembunyi bongkahan yang jauh lebih besar. Angka itu baru yang berhasil dipantau berkat kesadaran warga memeriksakan diri ke klinik Voluntary Consulting Test (VCT) yang tersedia di Puskesmas Dumai Timur dan RUSD Kota Dumai," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan atas penyakit yang membahayakan itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai menghimbau kepada warga agar tidak perlu takut memeriksakan dirinya. Sebab dalam pemeriksaan itu, nama identitas warga yang sudah mengikuti tes VCT akan dirahasiakan dan tidak akan muncul di permukaan publik.

"Layanan VCT sangat bermanfaat supaya kita bisa tahu apakah sudah terjangkit penyakit mematikan itu atau tidak. Kemudian orang yang mengidap HIV sangat rentan ternfeksi penyakit oportunistik seperti tumor. Namun secara fisik, tidak ada perubahan yang mencolok di tubuh penderita. Itulah perlunya memeriksakan diri," ungkap orang nomor dua di Kota Dumai ini.

Sedangkan mengenai jalur penularan HIV kata Agus bermacam-macam, yakni seks bebas, penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, atau lewat pisau cukur. Umumnya HIV menjangkiti orang di usia produktif, antara 20 sampai dengan 30 tahun. Celakanya, penularan HIV bukan hanya antar manusia dewasa, baik pria maupun wanita, namun juga diturunkan kepada anak oleh orang tua yang terinfeksi.

"Penanganan terhadap penderita memang sudah ada, tapi sifatnya hanya memperlambat laju perkembangan virus, penyakit ini belum bisa disembuhkan. Maka dari itu saya mengharapkan kepada warga yang mengalami penyakit itu untuk melakukan pemeriksaan. Dengan adanya melakukan pemeriksaan itu nantinya akan mendapatkan solusi atau obat untuk memperlambang perkembang biakan penyakit tersebut," demikian penjelasan Agus sembari menghimbau warga Dumai.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5701