Inilah Penyakit Tetap 'Booming' Sepanjang 2011
Tanggal: Tuesday, 27 December 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 24 Desember 2011

Jakarta - Begitu banyak masalah kesehatan di Indonesia yang belum selesai secara maksimal.

Di penghujung 2011 ini, dari sekian banyak masalah tersebut, berikut beberapa masalah kesehatan yang dinilai terpopuler sepanjang tahun 2011:

HIV/AIDS tetap meningkat tajam

Di penghujung 2011, kita kembali dikejutkan olah kenyataan bahwa kasus HIV/AIDS di Indonesia sudah sedemikian memprihatinkan.

Bagaimana tidak, dalam kasus tersebut negara kita ternyata telah menempati posisi keempat terbesar di dunia.

Malah sekarang tercatat pula sebagai negara dengan penularan HIV tercepat di Asia Tenggara.

Ini terjadi karena Indonesia menorehkan prestasi buruk dalam menekan penularan penyakit tersebut.

Kepala BKKBN, Dr Sugiri Syarif MPA menjelaskan, selain laju penularan HIV di Indonesia yang begitu cepat, Indonesia sudah ditetapkan epidemi virus dari keluarga Retroviridae.

"Data resmi kementerian kesehatan (Kemenkes) mencatat, ada 26.400 jiwa pengidap AIDS di Indonesia. Dan tercatat pula ada 66.600 jiwa penduduk Indonesia yang positif terinfeksi HIV,” ungkapnya.

Yang paling mengkhawatirkan, lanjut Sugiri, 70% dari penderita AIDS dan penduduk yang positif terinfeksi HIV tadi berada di kategori usia produktif yaitu, antara 20-39 tahun.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Tidak hanya HIV/AIDS, DBD juga menjadi menyakit yang cukup 'ngetren' sepanjang tahun 2011. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak awal t2011 telah memperingatkan warga untuk mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) meskipun bukan musim hujan. Ini dilakukan karena penyakit tersebut bisa menjangkit sepanjang tahun.

"Biasanya kita baru kelabakan saat pasien demam berdarah dengue berjatuhan, antara Januari dan Februari. Mestinya sejak Oktober atau November, kita sudah waspada," kata Rita Kusriastuti, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Dari Binatang.

Menurutnya kebanyakan orang melakukan tindakan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan saat curah hujan sedang tinggi.

"Memang, tempat berkembang biak nyamuk jadi lebih banyak saat hujan. Tapi kaleng, plastik, ban bekas, atau kontainer yang bisa menampung air dan jadi sarang nyamuk itu, ada sepanjang tahun. Jadi, jangan tunggu sampai musim hujan," tuturnya.

Menurut Rita, saat ini angka kematian atau Case Fatality Rate DBD di Indonesia adalah sekitar 0,8%. Namun di beberapa daerah seperti Maluku Utara, angka kematian akibat DBD masih cukup tinggi.

Nyamuk Aedes Aegypti menyerang pada pagi dan siang hari di jam-jam tertentu.

Menurut Kemenkes, setiap tahunnya setidaknya 20.000 orang terjangkit DBD, dan kebanyakan yang terjangkiti adalah anak-anak.

Hepatitis A

Belum juga selesai mengatasi masalah DBD, pemerintah harus dipusingkan lagi dengan kasus hepatitis A yang muncul di akhir Oktober 2011.

Kasus hepatitis A mulanya mencuat tatkala penyakit ini menyerang puluhan siswa di sebuah sekolah menengah atas Depok, Jawa Barat.

Dalam waktu terbilang cepat kasus tersebut pun langsung menyebar di beberapa daerah lain, seperti Tasikmalaya, Sukabumi dan beberapa provinsi lainnya hingga di luar Jawa.

Ini memang bisa terjadi, mengingat hepatitis A merupakan penyakit yang menular.

Saking cepatnya proses penularannya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengingatkan masyarakat di Indonesia untuk mewaspadai penyebaran penyakit Hepatitis A yang saat ini sudah sampai ke beberapa daerah.

Bahkan menurutnya, dari laporan yang masuk ke Kementerian Kesehatan RI sudah ada beberapa daerah yang dinyatakan kejadian (KLB) Hepatitis A.

Menkes menilai, penyebaran penyakit ini tidak ada sangkut pautnya dengan imunisasi atau vaksin. Melainkan karena disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang mementingkan pola hidup bersih. Selain itu mayoritas warga yang terkena penyakit ini adalah pelajar.

Jadi, memang amat mungkin penyebarannya bisa terjadi di sekolah atau tempat umum yang jorok atau tidak memerhatikan makanan dan minuman yang sehat dan bersih.

Karena itu, Kemenkes mengimbau seluruh masyarakat selalu berperilaku hidup bersih agar penyakit ini tidak menular ke masyarakat lainnya.

"Pencegahan sangat perlu dilakukan, tetapi yang paling penting adalah selalu memerhatikan pola hidup bersih," imbuh Menkes.

Curah hujan yang tinggi selama tahun 2011 juga menjadi salah satu penyebab mudahnya penyebaran penyakit DBD dan hepatitis A.

Karenanya, kerjasama pemerintah pusat-daerah dan masyarakat memang sangat penting dilakukan, mengingat kedua penyakit ini muncul dari daerah atau tempat yang tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya.

Jadi kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya memang amat diperlukan, disamping pemerintah juga harus terus gencar melakukan berbagai program pencegahan, pengendalian sekaligus penanganan penyakit tersebut.

Penyakit tidak menular

Di sisi lain, kasus penyakit tidak menular di Indonesia juga tinggi. Penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh utama. Konsumsi rokok tampaknya juga tidak terkendali di bumi yang tercinta ini.

Data riset kesehatan dasar Departemen Kesehatan 2010,menunjukkan bahwa lebih dari 30 % masyarakat kita merokok. Rokok menjadi penyebab utama terjadinya penyakit tidak menular ini.

Olah karena itu kita akan seolah-olah terkaget-kaget dengan meninggalnya beberapa selebritis dan tokoh nasional yang meninggal mendadak dan berhubungan dengan serangan jantung atau mengalami stroke.

Penyakit tidak menular jelas berhubungan dengan gaya hidup dari masyarakat kita yang berubah sehingga penyakit degeneratif lebih banyak ditemukan pada usia yang lebih muda.

Peningkatan penyakit degeneratif ini berhubungan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang melakukan aktifitas olah raga.

Jika melihat permasalahan kesehatan yang muncul dipermukaan sepanjang tahun 2011 dapat disimpulkan bahwa permasalahan kesehatan yang timbul didominasi penyakit-penyakit menular dan penyakit-penyakit tidak menular. [mor]

Sumber: http://gayahidup.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5705