Penderita HIV/AIDS harus jujur
Tanggal: Tuesday, 27 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 25 Desember 2011

MEDAN — Praktisi dan pengamat kesehatan menilai Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan tentang HIV/AIDS yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Kamis (22/12) lalu harus bisa membuat penderita jujur tentang penyakit yang dideritanya, sehingga memudahkan penanganan untuk mempersempit penyebaran.

Direktur High Level Policy Forum (HLPF) Bisara Tobing mengatakan,Perda HIV/AIDS tidak akan ada fungsinya jika penderita belum bisa terbuka. Untuk itu dibutuhkan aturan khusus yang dimulai dari institusi kesehatan.Artinya, perda itu juga harus jelas memuat aturan tentang institusi kesehatan yang didalamnya berisikan aturan bagaimana memberikan pelayanan atau perlakuan terhadap penderita.

Melalui perda tersebut,penderita diharapkan bisa jujur mengakui jika dia sudah terinfeksi HIV/AIDS. ”Selama ini, HIV/AIDS kan identik dengan ”orang jahat” yang berada di tempat-tempat lokalisasi atau hiburan malam. Pernah kah pemerintah berfikir ternyata sekarang ini HIV/AIDS telah masuk ke rumah dan saat ini penyebarannya juga tidak terdeksi. Itu dikarenakan penderita belum bisa terbuka akibat stigma negatif dari masyarakat,”katanya di Medan,kemarin.

Saat ini, penyebaran HIV/AIDS tidak hanya di lokasi lokalisasi, tempat hiburan malam dan lainnya, tapi juga bisa berasal dari rumah tangga dari seorang ibu rumah tangga yang telah terinfeksi penyakit tersebut, entah dari suaminya atau lainnya. Bahkan tidak sedikit juga yang terinfeksi dari transfusi darah.

Karena itu, institusi kesehatan harus mengetahui betul persoalan ini untuk memudahkan penanganannya. Karena seringkali perlakuan tidak adil dari institusi kesehatan menyebabkan penderita belum bisa jujur.Padahal sebelumnya beban psikologis sudah sangat membebani si penderita. ”Akibatnya, penderita HIV/AIDS sulit terdeteksi. Pemerintah seharusnya berfikir soal itu, bukan hanya dengan perda saja,”ucapnya.

Sementara itu,pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Destanul Aulia menilai hal yang terpenting dalam usaha meminimalisir penyebaran HIV/AIDS adalah pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghapus stigma buruk terhadap penderita HIV/AIDS tersebut.

“Stigma ini lah yang harus dihapuskan Pemko Medan dengan menyadarkan masyarakat melalui sosialisasi bahwa orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah sama dan harus diperlakukan sama di tengah masyarakat,”pungkasnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5708