Dinkes Bali Selidiki Infeksi HIV Melalui Jarum Tato
Tanggal: Tuesday, 27 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Kompas.com, 27 Desember 2011

Dinas kesehatan Bali masih menyelidiki kasus penularan HIV melalui jarum tato seperti yang diklaim seorang turis asal Australia. Dengan demikian belum dapat dipastikan apakah turis tersebut terinfeksi dari jarum tato atau kontak seksual.

"Kami sudah menerima laporan tentang kasus ini dari Menteri Kesehatan dan kami juga telah mendatangi studio tato untuk memastikannya. Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi dan belum yakin jika turis itu tertular HIV dari tato ataukah penularan seksual," kata Nyoman Sutedja, kepala dinas kesehatan Bali seperti dikutip AFP.

Sebelumnya seorang turis Australia yang tidak disebutkan namanya melaporkan ia terinfeksi HIV setelah membuat tato saat berlibur di Pulau Dewata itu.

Setiap tahunnya lebih dari satu juta turis mendatangi Bali untuk berlibur. Menurut Sutedja kasus HIV/AIDS di Bali mencapai 4.200 kasus. Kasus infeksi baru tertinggi ditemui pada wanita pekerja seks, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

Tato dan tindik menggunakan jarum yang tidak steril memang bisa menularkan penyakit, terutama jika alat yang dipakai tercemar virus. Penularan yang paling sering ditemui adalah infeksi hepatitis.

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5717