Turis Australia Ngaku HIV karena Tato, Bali Minta Bukti
Tanggal: Wednesday, 28 December 2011
Topik: HIV/AIDS


detikNews, 27 Desember 2011

Denpasar - Seorang wisatawan Australia mengaku tertular HIV setelah membuat tato di Pulau Dewata. Pemerintah Provinsi Bali meminta Australia menunjukkan bukti warganya yang tertular HIV.

"Tunjukkan saja di jalan apa (membuat tato), jadi kami lebih mudah menyelidiknya," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Sutedja ketika dihubungi Selasa, (27/12/2011).

Sutedja menambahkan, pihaknya belum menerima surat resmi pemerintah Australia terkait warganya yang mengaku tertular HIV akibat membuat tato di Bali. "Kami terima baru sebatas pemberitahuan dari Konsulat Australia di Denpasar," kata Sutedja menambahkan, sejak isu itu merebak, pihaknya telah melakukan investigasi ke studio tato di kawasan wisata.

Sebelum kasus ini merebak, pihaknya telah melakukan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS melalui jarum suntik. Diskes Bali bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Komisi Penanggualangan AIDS (KPA) dan Puskemas. "Kita ingatkan hati-hati menggunakan jarum dan mengganti jarum suntik yang sudah terpakai dengan yang baru," kata Sutedja.

Diketahui, jarum suntik adalah penyebab terbanyak kedua dalam penyebaran HIV/AIDS. Jumlah penderita HIV/ADIS di Bali mencapai 4.833 kasus. Dari jumlah itu, 29 orang penderita di antaranya adalah warga asing, terdiri 14 orang penderita HIV dan sisanya penderita AIDS. Mereka berasal dari 12 negara di antaranya Belanda, Amerika Serikat, Timor Leste, Prancis, Italia, Kanada dan Swiss.

(gds/anw)

Sumber: http://www.detiknews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5721