Dana Pekerja di Jamsostek Aman
Tanggal: Wednesday, 28 December 2011
Topik: Narkoba


PRLM, 28 Desember 2011

JAKARTA - PT Jamsostek (Persero) menjamin dana pekerja yang saat ini dikelola perusahaan posisinya tetap aman saat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial diberlakukan pada 2015.

Penegasan itu disampaikan Direktur Pelayanan PT Jamsostek Joko Sungkono kepada wartawan seusai syukuran HUT ke-34 Jamsostek dan ramah tamah dengan Apindo serta serikat pekerja di Surabaya.

Dalam siaran persnya, Djoko mengemukakan bahwa proses transformasi menuju BPJS ketenagakerjaan masih membutuhkan pembahasan panjang yang melibatkan berbagai instansi dan kementerian. Setelah UU BPJS disahkan hingga efektif diberlakukan pada 1 Juli 2015, masih banyak yang harus dibahas, terutama terkait peraturan teknis penyelenggaraan jaminan tersebut.

Menurut Joko, Jamsostek siap melaksanakan amanat undang-undang yang telah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu dan mulai melakukan persiapan sejak jauh hari. "Yang pasti, kualitas pelayanan kepada peserta program terus kami tingkatkan dan dipermudah. Salah satu caranya, kami akan memangkas rantai birokrasi dalam pengurusan klaim jaminan program," katanya.

Dia menambahkan bahwa jumlah dana pekerja peserta program yang kini dikelola perusahaan BUMN ini mencapai hampir Rp 114 triliun dan sebagian diinvestasikan dalam sejumlah portofolio bisnis. Sedangkan, peserta program sekitar 30 juta pekerja, termasuk 10,6 juta pekerja yang menjadi peserta aktif.

Hingga saat ini, Jamsostek telah menyalurkan klaim program kepada peserta sekitar Rp 45,1 triliun untuk lebih kurang 90 ribu kasus, baik jaminan kecelakaan, jaminan hari tua, jaminan kematian, maupun jaminan pemeliharaan kesehatan, tambahnya.

Joko mengatakan, pihaknya akan terus fokus meningkatkan kualitas layanan dan manfaat bagi kesejahteraan pekerja yang menjadi peserta Jamsostek.

Sebelumnya, sejak 1 Desember lalu, Jamsostek memberi manfaat tambahan berupa bantuan bagi tenaga kerja dan keluargnya yang membutuhkan tindakan hemodialisa (cuci darah), operasi jantung, pengobatan penyakit kanker, dan HIV/AIDS. (A-78/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5722