HIV/AIDS Rambah LP Tanjung Gusta
Tanggal: Thursday, 29 December 2011
Topik: HIV/AIDS


Sumut Pos, 28 Desember 2011

Faktor risiko pengguna narkoba jarum suntik (IDUs) terhadap HIV/AIDS menduduki peringkat kedua terbanyak setelah hubungan seksual. Sepanjang 2008 hingga 2011, di Rumah Tahanan (Rutan) Lembaga Permasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan ditemukan 120 tahanan yang mengidap HIV/AIDS akibat tertular narkoba jarum suntik.

“UNTUK kasus baru yang kita temukan pada 2011 ini ada sekitar 19 narapidana yang mengidap HIV/AIDS akibat IDUs di Rutan LP Tanjung Gusta yang kita tangani. Di antaranya 17 tahanan laki-laki dan 2 tahanan wanita. Bukan itu saja, di Rutan Labuhandeli juga ditemukan 2 tahanan positif HIV/ AIDS dan di Rutan Lubukpakam ada 3 tahanan mengidap HIV/AIDS karena IDUs ini,” kata Ketua LSM Medan Plus, Totonta Kaban, Sabtu (24/12).

Menurutnya, melalui koordinasi LSM Medan Plus dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di Rutan LP Tanjung Gusta diberikan penyuluhan kesehatan bagi para tahanan serta Program Therapy Ruwatan Methadone (PTRM) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dimana para narapidana yang mengidap HIV/AIDS IDUs mengkonsumsi obat substitusi pengganti narkoba tersebut yang diberikan sesuai dosis dari pecandu dengan cara diminum.

“Jadi tahanan yang terinfeksi HIV/AIDS IDUs ini diharuskan mengikuti PTRM. Obat yang dikonsumsi dalam bentuk sirup yang diberikan secara gratis pada pecandu program amurduction yaitu program penanggulangan pasien ketergantungan.

Jadi penanggulangan tahanan yang terinfeksi HIV/ AIDS akibat narkoba jarum suntik beda penanganannya dengan pengidap HIV/AIDS akibat heterosesual,” jelasnya.

Pihaknya mengakui, untuk tahanan di Rutan LP Tanjung Gusta sendiri sebagian besar pengidap HIV/AIDS tertular akibat penggunaan narkoba jarum suntik. Saat ini, ada sekitar 60 orang narapidana sudah selesai masa tahanan yang merupakan dampingan LSM Medan Plus. Para pengidap HIV/ AIDS ini diberi informasi penanggulangan HIV/AIDS serta diberdayakan untuk lebih baik.

“Memang narapidana pengidap HIV/AIDS yang telah selesai masa tahanannya sulit untuk kita pantau.

Jadi kita bekali mereka dan dipastikan angka kepatuhannya dalam mengikuti terapi hingga 100 persen. Selain itu, kita juga mendorong agar pasangan mereka ini segera memeriksakan diri atau konseling ke Klinik VCT. Jika memang positif HIV/AIDS, maka terapi ARV(Antiretroviral) dapat dimulai sedini mungkin,” ucapnya.

Begitu besarnya pengaruh narkoba terhadap penularan HIV/AIDS di LP, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Prof Mohammad Hatta MA angkat bicara.” Ada dua tips agar terhindar dari narkoba,” katanya.

Pertama, pertebal keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan yang kedua melakukan ibadah. “ Allah SWT mengatakan bila ibadah bertambah, allah akan memberikan manusia tersebut ke jalan yang lurus serta menjaganya selama di dunia. Namun, bila ibadah berkurang, maka berkuranglah ketahanan manusia itu untuk melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya seperti terjerumus ke jurang kebinasaan,” terang M Hatta.(mag-11/omi)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5724