2 Tahun, 17 Penderita HIV/AIDS di Bengkalis Meninggal Dunia
Tanggal: Tuesday, 03 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Sebanyak 17 warga Bengkalis tak terselamatkan jiwanya. Mereka merupakan korban virus HIV/AIDS sepanjang 2009-2011.

Riauterkini, 29 Desember 2011

BENGKALIS - Kurun waktu 2009 hingga 2011, jumlah penderita HIV (Human Immonu Deficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Bengkalis dari tahun ke tahun dilaporkan terus bertambah. Secara kumulatif sebanyak 124 orang dinyatakan positif menderita HIV AIDS tersebut.

Diantaranya HIV berjumlah 85 orang, AIDS 22 orang dan meninggal dunia 17 orang. Dengan jumlah tersebut Kabupaten Bengkalis menduduki sebagai posisi ke dua sebagai daerah penderita HIV-AIDS terbesar di Provinsi Riau dari total 772 penderita dalam kurun waktu tiga tahun.

Penderita HIV dan AIDS sejak tahun 2009 berjumlah 17 orang, 2010 sebanyak 49 orang dan di tahun 2011 dilaporkan 58 penderita. Penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Bengkalis semakin meresahkan. Hingga akhir tahun ini dilaporkan telah menyebar secara merata di delapan kecamatan yang ada.

“Sejak tiga tahun terakhir, penderita HIV-AIDS mencapai 124 orang. Dengan kondisi sudah meninggal dunia sebanyak 17 orang. Saat ini penyebaran HIV-AIDS sudah merata di kecamatan yang ada,” papar Kepala Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bengkalis Dima Novera Moris, saat berbicang dengan riauterkini.com di Bengkalis, Kamis (29/12/11).

Dijelaskan Dima, kasus HIV-AIDS yang terjadi di Kabupaten Bengkalis mayoritas diderita oleh klasifikasi umur yang masih produktif. Kumulatif kasus HIV sejak tiga tahun terakhir telah dilaporkan sebanyak 78 orang pada usia 20 hingga 29 tahun, 36 orang diusia 30 hingga 39 tahun, sedangkan di usia 0-19 tahun sebanyak 8 penderita. Sedangkan kumulatif kasus AIDS, angka tertinggi diusia antara 30 hingga 40 tahun, kemudian diusia 20 sampai 30 tahun sebanyak 10 orang dan usia di atas 40 tahun berjumlah 5 orang.

“Yang paling tinggi penderita HIV-AIDS ini adalah usia yang masih produktif,” katanya lagi.

Lebih lanjut dikatakan Dima, hingga saat ini warga yang secara sukarela memeriksakan kondisi kesehatan atas resiko pekerjaan tertular penyakit mematikan itu di klinik konseling (VCT) yang tersedia mencapai 1.435 orang.

“Kita menghimbau kepada masyarakat yang melakukan pekerjaan mengandung resiko tertular penyakit HIV ini. Diharapkan memeriksakan diri ke klinik konseling atau VCT yang ada di RSUD Bengkalis dan RSUD Duri. Pemeriksaan gratis dan obat juga gratis,” tutupnya.***(dik)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5737