Penderita HIV/AIDS Meningkat
Tanggal: Tuesday, 03 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Galamedia, 30 Desember 2011

LEUWIGAJAH - Warga Cimahi dari kalangan perempuan terutama ibu rumah tangga yang diduga terjangkit penyakit HIV/AIDS, meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh berbagai kemungkinan, salah satunya yang paling dominan akibat hubungan seks.

Menurut Kepala Bidang Promosi Kesehatan, Dinkes Kota Cimahi, dr. Fitriani Manan, usai jadi pembicara pada kegiatan Hari AIDS se-dunia di Trisula Textile Industries, Jln. Leuwigajah Cimahi, Kamis (29/12), para ibu rumah tangga tersebut diduga terjangkit suaminya yang sering "jajan". "Akibatnya bukan hanya istri yang kena, tapi anak-anak pun bisa kena. Dari data kami saja ada 10 anak di bawah usia 10 tahun yang meninggal akibat HIV/AIDS," terangnya.

Sedangkan pembicara lain, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Cimahi, Artha Satyawati menyebutkan, 14.600 warga Kota Cimahi diduga terjangkit penyakit HIV/AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga kini tercatat sebanyak 146 orang terjangkit penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu.

"WHO menyatakan dari 1 orang yang terdeteksi itu diduga bisa menjangkiti sekitar 100 orang lainnya. Sejak Cimahi berdiri pada 2001, hingga Desember 2011 ini warga yang terdeteksi menderita HIV/AIDS itu 146 orang," sebutnya.

Ditambahkan, dari 146 itu 71 orang di antaranya positif menderita AIDS. Dari angka itu 20 orang meninggal dunia. "Ironisnya, yang meninggal dunia di antaranya anak-anak di bawah umur 10 tahun. Mereka tertular karena faktor genetik," ungkapnya.

Penggagas acara dari Dinas Tenaga Kerja, Trasmigrasi, dan Sosial (Dinakertrans) Kota Cimahi, Drs. H. Epi A. Hanafiah mengatakan, pihaknya sengaja menyelenggarakan kegiatan ini di sekitar lokasi pabrik untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS bagi para buruh.

"Pekerja usia muda itu rentan terhadap HIV/AIDS. Karena itu kami mengundang mereka untuk terlibat dalam kegiatan ini agar semua pihak, khususnya kaum buruh terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya," cetus Epi.

Disebutkan, kegiatan yang bertema "Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS" ini diikuti 600 peserta yang di antaranya perwakilan dari 25 perusahaan di Cimahi. "Kegiatan ini pun dihadiri mahasiswa, pelajar serta masyakat umum," ujarnya.

Jangan diskriminatif

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija yang membuka langsung acara tersebut mengimbau kepada perusahaan agar tidak diskriminatif bila ada karyawan yang ketahuan terinfeksi virus mematikan itu.

"Biarkan dia bekerja seperti biasa dengan tetap memperhatikan hak dan kewajibannya sebagai karyawan. Kalaupun ada yang terinfeksi, yang boleh tahu hanya dirinya dan dokter saja," saran Itoc.

Lebih lanjut ia menyatakan, kegiatan Pemkot Cimahi ini untuk menggugah perusahaan agar mengimplementasikan kebijakan tentang HIV/AIDS.

"Diseminasi perusahaan adalah bagaimana supaya para karyawan jangan sampai memiliki risiko tertular HIV, termasuk memberikan penjelasan di lingkungan masyarakat tempat tinggalnya untuk melakukan pencegahan," tuturnya.

Itoc menyatakan, upaya pencegahan di tempat kerja perlu dilakukan. Karena bagi pengusaha, karyawan merupakan aset penting dalam kegiatan perusahaan. "Secara khusus saya mengimbau agar pelaksanaan pencegahan penularan HIV/AIDS di tempat kerja diintegrasikan dalam pelaksanaan kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sehingga perlindungan pekerja dari HIV merupakan bagian dari perlindungan K3 di tempat kerja," pungkasnya. (B.48)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5739