Selama 2011, Ratusan Tahanan Meninggal karena HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 03 January 2012
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 31 Desember 2011

JAKARTA - Sepanjang tahun 2011, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta mencatat, sebanyak 168 tahanan dan warga binaan meninggal.

Warga binaan dan tahanan yang meninggal tersebut menghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di bawah naungan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM DKI Jakarta.

Taswem Tarib, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, kepada wartawan, Sabtu (31/12/2011), mengatakan bahwa sebagian besar tahanan yang meninggal karena mengidap penyakit HIV/AIDS.

"Penyakit (HIV/AIDS) tersebut dibawa dari luar," katanya.

Tahanan dan warga binaan meninggal paling banyak terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Cipinang, sebanyak 45 orang. Diikuti tahanan di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Pusat, yang berjumlah 40 orang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, selain penyakit, warga binaan dan tahanan juga meninggal diakibatkan fasilitas yang buruk dari tempat mereka ditahan, karena kelebihan kapasitas.

Ia mencontohkan, Lapas Klas 1 Cipinang yang berkapasitas 1.580 orang, tapi diisi 2.048 orang. Padahal idealnya, setiap 5,4 meter persegi lahan, diisi satu orang tahanan. Kenyataannya, ruangan sebesar itu diisi belasan hingga puluhan orang.

Di sebuah kamar yang berisi 50-100 orang, kebanyakan hanya tersedia satu kamar mandi, dan satu kipas angin tanpa televisi.

Perbandingan tersebut tentunya tidak ideal. Hal tersebut ditambah dengan anggaran makan para warga binaan dan tahanan, yang hanya sebesar Rp 6.700 per hari, untuk makan tiga kali.

Taswem mengaku sudah berkali-kali melaporkan kejadian ini kepada kementrian, namun keterbatasan lahan dan anggaran membuatnya tidak bisa berbuat banyak. "Bagaimana kalau 20 orang sakit perut bersamaan, kan repot," katanya.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5746