Without Free Sex
Tanggal: Tuesday, 03 January 2012
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 01 JAnuari 2012

IPREDIKSI meningkatnya aktivitas seks pada malam pergantian tahun membuat Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ketapang Habib Azan merasa sedih. Dia menilai hal itu sebagai salah satu indikasi penurunan moral di kalangan masyarakat. “Sebaiknya di malam pergantian tahun itu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, atau bisa saja dijadikan ajang untuk mengevaluasi diri, sehingga di tahun depan kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menyinggung soal penyediaan kondom di beberapa outlet oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ketapang sebagai salah satu antisipasi mencegah maraknya penyebaran kasus HIV/AIDS di Ketapang. “Saya setuju dan mendukung upaya KPA Ketapang untuk mencegah timbulnya kasus HIV, namun seharusnya jangan menyediakan kondom, karena secara tidak langsung hal itu melegalkan free sex,” katanya. Dia menyarankan agar KPA Ketapang lebih mengutamakan penyuluhan dan beragam upaya persuasif lainnya, agar masyarakat dapat menghindari pergaulan bebas.

Menanggapi saran tersebut, Sekretaris KPA Ketapang Soepiyat mengatakan meski KPA Ketapang menyediakan ribuan kondom secara gratis, bukan berarti mereka mendukung praktik prostitusi maupun seks bebas. “Penyediaan kondom tersebut murni bertujuan untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS,” ujarnya.Menurutnya, penyediaan kondom di outlet tidak dimaksudkan untuk mendukung praktik prostitusi di masyarakat. “Agar tidak disalahgunakan, kami (KPA, Rede) mencatat nama-nama yang mengambil kondom, agar tidak adanya penyalahgunaan kondom,” kata Soepiyat kepada wartawan.

Disamping itu, mantan Kepala Kantor Kebersihan ini mengatakan bahwa outlet-outlet tersebut juga ditempatkan pada tempat-tempat berisiko tinggi terhadap penyebaran penyakit seksual. Ribuan kondom yang ada di gudang KPA saat ini juga sudah sesuai kebutuhan di 88 outlet yang ada di seluruh Ketapang. Meski kondom dapat mencegah penularan IMS dan HIV/AIDS, namun Soepiyat menegaskan bahwa cara yang paling ampuh adalah menjauhi praktik prostitusi dan seks bebas. Karena itu, KPA juga membuat program penyuluhan terhadap masyarakat, termasuk para remaja terhadap risiko seks bebas dan prostitusi. “Seperti yang kita lakukan dengan klub-klub motor dan mahasiswa. Begitu juga dengan anggota-anggota Palang Merah Remaja (PMR) turun ke jalan mengampayekan stop seks bebas untuk pencegahan HIV/AIDS,” ungkapnya. (ash)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5750