PAPUA RSUD Yowari Wajibkan Pasien Periksakan HIV-AIDS
Tanggal: Monday, 09 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 06 Januari 2012

SENTANI: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, Papua, mewajibkan setiap pasien yang berobat di sana melakukan pemeriksaan HIV-AIDS.

Direktur RSUD Yowari dr Nikodemus Barens di Sentani, Kamis, mengatakan, seiring dengan makin tingginya jumlah kasus tersebut, pihaknya terus berupaya senantiasa melakukan sosialisasi terhadap pasien yang datang berobat di rumah sakit tersebut.

"Setiap pasien yang datang berobat, kami minta supaya melakukan pemeriksaan HIV-AIDS, terutama bagi ibu hamil," katanya.

Niko menjelaskan, diusahakan ibu hamil bisa memeriksakan HIV-AIDS, supaya kalau ada yang ditemukan, bisa ditangani secara khusus agar anak yang dikandungnya tidak terinfeksi penyakit tersebut.

Sementara itu, bagi pasien laki-laki atau perempuan tidak hamil, menurut dia, jika ditemukan positif terinfeksi, diimbau agar tidak melakukan hubungan badan untuk sementara, sambil diberi perawatan khusus.

"Kami selalu memberikan pemahaman kepada seluruh pasien tentang penyakit tersebut, agar mereka mau dan tidak takut memeriksakan diri secara sukarela," ujarnya. Dengan harapan, kata dia, kasus itu bisa diminimalkan mengingat jumlahnya makin bertambah.

Diakui Niko, kasus HIV-AIDS seperti fenomena gunung es. Artinya, yang belum tampak atau terdeteksi masih banyak dibandingkan dengan yang sudah ditemukan. Agar seluruh masyarakat yang berobat di RSUD Yowari bersedia memeriksakan HIV-AIDS secara sukarela, pihaknya mengadakan pemeriksaan secara gratis.

Untuk penanganan penyakit yang mematikan itu di RSUD Yowari, pihaknya menyiapkan klinik khusus yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai serta dokter spesialis.

Seperti diketahui, jumlah pengidap HIV-AIDS di Provinsi Papua pada 2011 mencapai 10.522 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.000 kasus atau terjadi penambahan 3.522 kasus.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, Constant Karma, di Sentani, beberapa waktu lalu mengatakan, peningkatan jumlah pengidap HIV-AIDS di provinsi paling timur Indonesia itu sangat cepat, bahkan sudah merambah sampai ke daerah pedalaman.

"Sebelumnya saya sudah memastikan jumlah kasus terus meningkat. Makanya saya selalu berbicara tentang HIV-AIDS, bahaya, dan pencegahannya," katanya.

Karma menjelaskan, jumlah pengidap HIV-AIDS di Papua meningkat, antara lain karena mobilitas penduduk cukup tinggi antardaerah, termasuk daerah-daerah yang baru dimekarkan.

Disadari atau tidak, menurut Karma, seperti dikutip Antara, masalah HIV-AIDS di Papua adalah masalah serius karena selain belum ditemukan obatnya, juga mengancam generasi muda sebagai ahli waris masa depan bangsa ini.

Diakuinya, gerakan yang dilakukan terus-menerus seperti kampanye bukan berarti akan menurunkan jumlah pengidap. Namun, setidaknya ada upaya bagaimana menekan penyebaran penyakit itu agar menjadi sekecil mungkin. (Dwi Putro AA)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5770