6 Penderita HIV/AIDS Meninggal 18 Orang masih Dirawat
Tanggal: Monday, 09 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 06 Januari 2012

Payakumbuh — Sebanyak 6 dari 24 warga Payakumbuh yang terinfeksi virus HIV/AIDS pada November 2011 lalu akhirnya meninggal dunia. Mereka, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Merry Yuliesday MARS, sudah dimakamkan pihak keluarga pada sejumlah tempat yang dirahasiakan.

”November 2011 lalu, petugas kita mencatat, ada 24 warga yang terinveksi HIV/AIDS. Waktu itu, baru satu orang perempuan yang meninggal. Setelah kita lakukan verifikasi ulang Januari 2012 ini, ternyata sebanyak 5 orang lainnya juga sudah meninggal,” kata Merry kepada Padang Ekspres, Kamis (5/1).

Merry mengatakan, identitas 6 penderita HIV/AIDS yang meninggal, sudah dikantongi Komisi Penanggulangan AIDS Kota Payakumbuh. Tapi, sesuai kode etik penanganan pasien HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS maupun Dinas Kesehatan tidak dapat membeberkan identitas mereka di media-massa.

”Kita hanya bisa memberikan nickname (julukan) mereka. Tapi saya pikir, nickname itu sebaiknya tidak ditulis di media. Sebab, sebagian masyarakat masih menggangap virus HIV/AIDS sebagai aib. Padahal, semakin cepat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) diketahui, semakin cepat pula dilakukan penanganan,” imbuh Merry.

Kendati meminta media tidak menulis identitas ataupun julukan 6 penderita AIDS yang sudah meninggal di Payakumbuh. Tapi, mantan dokter teladan Sumbar yang pernah memimpin RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar ini berani menyampaikan, bahwa dari 6 orang yang meninggal termasuk sepasang suami-istri.

”Pasangan suami-istri itu berusia muda. Mereka, dikaruniai seorang anak yang juga terinveksi HIV/AIDS. Mujur, sang anak masih diberi umur panjang. Sampai sekarang, anak itu dirawat. Tapi keluarga yang merawat tak perlu cemas, sebab HIV/AIDS tidak menular lewat makanan, minuman, ciuman, sentuhan, pelukan, nyamuk ataupun tinggal serumah,” imbuh Merry.

Bekas Kepala Puskesmas Sungailansek Sijunjung dan Kepala Puskesmas Padanggantiang Tanahdatar ini juga berharap, masyarakat tidak khawatir terhadap 18 penderita HIV/AIDS yang masih dirawat. Sebab, 18 orang itu tetap diawasi Komisi Penanggulangan AIDS Payakumbuh. Mereka juga rutin mendapatkan anti retroviral untuk menghambat perkembangbiakan virus dalam tubuh.

Inveksi Menular Seksual

Saat pelantikan Kepala Sekretariat beserta Komisi Penanggulangan AIDS Payakumbuh di Balaikota Bukiksibaluik, Kamis siang, Merry Yuliesday juga meminta warga memaspadai inveksi menular seksual atau inveksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan sudah tertular.

”Inveksi menular seksual sering tidak menunjukkan gejala. Seseorang kadang bisa mengidap lebih dari satu jenis inveksi menular seksual. Inveksi ini juga bisa terjadi berulang-ulang, disebabkan kontak antar kulit dengan kulit, aktifitas seksual, daru ibu ke anak pada ke lahiran, dan transmisi sel darah ke darah,” beber Merry.

Di antara inveksi menular seksual yang diduga sering terjadi di Payakumbuh adalah kencing nanah, sifilis atau raja singa, herpes genitalis, jengger ayam, kutu pubis, dan kutu kelamin. Bagi warga yang terinveksi penyakit tersebut, disarankan cepat ke dokter, Puskesmas ataupun RSUD.

”Jangan mengobati sendiri. Jangan pergi ke dukun. Jangan melakukan hubungan seksual selama pengobatan. Dan jangan berhenti minum obat sebelum habis. Khusus untuk obat yang tergolong mahal, sudah kita sediakan gratis di Puskesmas,” ujar Merry dihadapan Ketua LKAAM Indra Zahur Dt Rajo Simarajo dan sejumlah pejabat.

Dalam kesempatan itu, Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri bersama staf ahli wali kota Yufrizal Away juga melantik dr Iskandar Zulkarnain sebagai Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS. Sedangkan Fahman Rizal, Erekta Tivani dan Fahrul Huda, dilantik sebagai anggota komisi. (*)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5771