Global Fund Tinggalkan Provinsi Banten Mulai 2013
Tanggal: Tuesday, 10 January 2012
Topik: Narkoba


Pos Kota, 09 Januari 2012

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten, rupanya perlu menghilangkan ketergantungan bantuan dari dana asing. Khususnya untuk bidang kesehatan, pendidikan dan obat bagi penderita HIV/AIDS yang selama ini mendapatkan bantuan dari dana asing.

Pasalnya, Global Fund akan meninggalkan Indonesia pada 2013 mendatang.

Hal itu diungkapkan Arif Mulyawan, Project Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Senin (9/1). Menurutnya, pada 2013 mendatang GF tidak akan memberikan bantuan lagi kepada Indonesia dalam bentuk apapun. Karena, GF menilai Indonesia merupakan bangsa yang berkembang dan dianggap mampu memenuhi kebutuhannya.

“Saat ini 40 persen penanggulangan HIV AIDS berasal dari dana APBN, sedangkan sisanya sebanyak 60 persen berasal dari bantuan asing. Untuk Banten hanya mencapai Rp 600 juta, dari seluruh alokasi anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten,” katanya.

Ia mengatakan, idealnya untuk penanggulangan HIV/AIDS dibutuhkan dana Rp 1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kesekretariatan dan kegiatan KPA Banten. “Sedangkan untuk obatnya sendiri, saat ini masih mengandalkan bantuan dari dana asing dan APBN,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk menghilangkan ketergantungan dana asing tersebut, KPA merubah program kerja, yang dulu-nya penanggulangan HIV/AIDS menjadi pencegahan HIV/AIDS.

“Diharapkan dengan dilakukan program pencegahan, maka fenomena gunung es pada orang dengan HIV/AIDS dapat ditekan. Selain itu, dengan anggaran yang hanya Rp 600 juta tidak akan cukup, apabila KPA melakukan penanggulangan HIV/AIDS,” katanya.

Progran pencegahan yang dimaksud, kata Arif, adalah melakukan penyuluhan dan pengetahuan tentang bahaya dan penularan HIV/AIDS di lingkungan sekolah, buruh pabrik dan lokasi lainnya. (haryono/dms)

Sumber: http://www.poskota.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5780