BNK Dumai Siapkan Peralatan Tes Urine bagi PNS
Tanggal: Wednesday, 11 January 2012
Topik: Narkoba


Dalam rangka mencegah terjadinya penyalagunaan narkotika di kalangan PNS Pemko Dumai. BNK setempat menyiapkan alat tes urine.

Riauterkini, 09 Januari 2012

DUMAI - Terkait adanya desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk melakukan tes urine bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Likungan Pemerintah Kota Dumai, saat ini pihak Badan Narkotika Kota (BNK) Dumai sudah menyiapkan peralatan yang akan digunakan pada pemeriksaan itu. Bahkan dalam pemeriksaan itu, nantinya bakal merambah pada pemeriksaan HIV/AIDS dengan system metadon.

Ketua Pelaksanaa Harian BNK Dumai, Agus Widayat yang juga Wakil Walikota Dumai ketika dikonfirmasi soal tersebut oleh sejumlah awak media membenarkan bahwa dalam waktu dekat ini bakal adanya tes urine bagi PNS di Lingkungan Pemko Dumai. Namun sebelum tes urine itu dilakukan, sejauh ini pihaknya masih mempersiapkan perlengkapan pemeriksaannya yang dibantu Pemerintah Pusat.

“Untuk pembiyaan dalam pemeriksaan itu kita dibantu oleh pemerintah pusat, namun bantuan itu tidak berupa dana, melainkan berupa peralatan tes urine. Untuk 1 orang saja bisa menghabiskan biaya mencapai Rp 160.000. Memang, kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat tapi mereka memberikan dalam bentuk peralatan,” ungkapnya.

Sedangkan dalam tes urine yang dilakukan itu dalam bentuk sampling PNS. Artinya, kata Wawako Dumai, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diambil perwakilan tentunya sudah melalui tahapan pemeriksaan PNS itu layak atau tidak. Rencana pemeriksaan hanya perwakilan SKPD saja, selain biayanya lebih besar, namun khusus dipilih orang-orang yang mencurigai banyaknya pengidap penyakit tersebut. Hasil pemeriksaan itu, nantinya akan menjadi pertimbangan dalam jenjang karir jika perlu dilakukan pembinaan.

“Mengingat anggaran itu dimasukan dalam APBD 2012. Jika APBD sudah disyahkan, kegiatan itu segera dilakukan tanpa mengulur waktu lagi. Bahkan kegiatan ini memang harus dilakukan. Apalagi, baru-baru ini beberapa PNS terlibat narkoba. Selain tes urine nantinya kita juga melakukan tes HIV/AIDS dengan sistem metadon adalah opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin (putaw) atau morfin, tetapi tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat. Metadon biasanya disediakan pada program pengalihan narkoba, yaitu program yang mengganti heroin yang dipakai oleh pecandu dengan obat lain yang lebih aman,” beber Wawako Dumai mengakhiri.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5782