Tak Mampu Berobat Ibu dan Anak Tewas Terlantar
Tanggal: Thursday, 12 January 2012
Topik: Narkoba


indosiar.com, 11 Januari 2012

Surabaya - Diduga karena sakit dan tak punya biaya untuk berobat, ibu dan anaknya di Surabaya Selasa siang ditemukan tewas membusuk di gubuk dekat bantaran sungai Pataya Jalan Raya Gubeng. Untuk keperluan identifikasi, kedua jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo Surabaya.

Kematian keluarga miskin ini sungguh memprihatinkan. Kedua jenazah yang terdiri dari ibu dan anaknya ini tewas membusuk disebuah gubuk yang hanya terbuat dari papan dan terpal disebelah sungai Pataya, Gubeng, Surabaya. Saat di temukan, kondisi kedua jenazah sangat mengenaskan dengan posisi saling bertumpukan dan sudah membusuk.

Korban pertama kali di temukan oleh Fatimah, warga sekitar yang kebetulan lewat. Kecurigaan Fatimah muncul saat mencium bau tak sedap disekitar gubuknya. Saat didekati Fatimah, melihat dua jenazah dalam keadaan membusuk. Sebelumnya menurut warga sekitar, didalam rumah tersebut ditempati 2 orang yakni seorang ibu dan seorang anaknya yang diketahui juga seorang waria atas nama Sunarsih dan Namik. Menurut keterangan warga, Sunarsih mengidap penyakit beri-beri sejak lama, sementara anaknya juga diduga mempunyai riwayat penyakit aids.

Polisi yang melakukan olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara kematian kedua keluarga miskin ini akibat sakit.

Untuk memastikan penyebab matinya kedua korban ini, polisi membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi. Kematian keluarga miskin yang mengenaskan ini seharusnya tidak terjadi jiika pemerintah kota Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia lebih peduli dan memperhatikan warganya hingga tidak harus terlantar dan tinggal di gubuk yang tak layak huni ini. (Sri Rama/Sup)

Sumber: http://www.indosiar.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5786