Penderita HIV/AIDS mneningkat di Jayapura
Tanggal: Tuesday, 17 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 16 Januari 2012

SENTANI - Berdasarkan data di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), sebanyak 181 warga di Kabupaten Jayapura, Papua meninggal akibat HIV/AIDS pada 2011, turun dibadingkan tahun 2010 yang jumlahnya mencapai 192.

Sekertaris KPA Kabupaten Jayapura Purnomo, di Sentani, Senin, mengatakan meskipun jumlah penderita HIV/AIDS yang meninggal menurun, namun jumlah penderita semakin meningkat.

"Pada 2011 jumlah pederita HIV/AIDS terus meningkat, namun bersyukur karena jumlah yang meninggal mengalami penurunan," terangnya.

Ia mengatakan, berkat keseriusan pemerintah melalui dinas kesehatan setempat terus melakukan pemeriksaan bagi seluruh masyarakat yang melakukan pemeriksaan baik di rumah sakit maupun di Puskdesmas, Pustu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura.

Selain itu, kata dia, mengintensifkan sosialisasi baik yang dilakukan oleh dinas kesehatan, maupun yang dilakukan KPA baik ke masayarakat langsung maupun ke sekolah-sekolah mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai SMU.

Dijelaskan, hingga November 2011 jumlah kasus HIV/AIDS telah mencapai 796 kasus masing-masing HIV 335 kasus dan AIDS 461 kasus.

Dari jumlah tersebut, lanjut Purnomo, laki-laki sebanyak 330 kasus atau 41,5 persen, perempuan 466 kasus atau 58,5 persen.

Dengan golongan umur yang terinfeksi HIV/AIDS adalah, usia 1-4 tahun 18 kasus atau 2,3 persen, 5-14 tahun 3 kasus atau 0,4 persen, 15-19 tahun 60 kasus atau 7,5 persen, 20-29 tahun 367 kasus atau 46,1 persen, 30-39 tahun 251 kasus atau 31,5 persen, 40-49 tahun 69 kasus atau 8,7 persen, 50-59 tahun 20 kasus atau 2,5 persen, 60 tahun 3 kasus atau 0,4 persen, tidak diketahui lima kasus atau 0,6 persen.

Sementara itu, kasus HIV/AIDS berdasarkan pekerjaan di 2011 didominasi ibu rumah tangga (IRT) yang mencapai 235, disusul lain-lain sebanyak 160 kasus, pekerja seks komersial (PSK) 102 kasus, buruh/tani 94 kasus, pekerja swasta 80 kasus, pelajar/mahasiswa 54 kasus, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 46 kasus, TNI 10 kasus, Polri 6 kasus, kalangan agama 4 kasus dan pekerja seks jalanan 5 kasus.

Purnomo mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS sebenarnya tidak hanya mencapai angka 796, jika masyarakat secara sadar memeriksakan diri sendiri tanpa paksaan.

"Ketakutan masih menyelimuti hati masyarakat, sehingga mereka enggan memeriksakan diri. Karena jika dinyatakan terinfeksi pati berbagai beban moral yang harus dialami salah satunya adalah dikucilkan di tengah masyarakat," terangnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5812