Teman Sebaya, Bantu Lawan Triad KRR
Tanggal: Wednesday, 18 January 2012
Topik: Narkoba


Samarinda Pos, 18 Januari 2012

SAMARINDA. Salah satu cara yang dinilai cukup efektif untuk melawan bahaya Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni narkoba, HIV/AIDS dan seksualitas adalah menggunakan teman sebaya, dalam hal ini dihimpun dalam Pusat Informasi Konseling (PIK), baik di tingkat siswa maupun mahasiswa. Sebab remaja saat ini, lebih cenderung terbuka pada teman sebaya dibandingkan orang tuanya, terutama menyangkut ketiga hal tersebut.

Hal itu diakui Ketua PIK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda Ferry Fadzul Rahman dalam sebuah wawancara dengan media ini. "Kami berharap remaja dan mahasiswa itu sendiri bisa memahami tentang kesehatan reproduksi secara benar. Dan kami percaya mahasiswa mampu menjadi pendidik kepada teman sebaya dalam hal ini," ujarnya.

Dia berharap, nantinya keberdaan PIK Mahasiswa tak sebatas hanya di Fakultas Kesehatan Masyarakat saja, namun rekan-rekannya di fakultas lain bisa bergabung. Makanya, ia tengah memperjuankan PIK Mahasiswa ini menjadi UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa. Untuk membuktikan keseriusan tersebut, telah dibuat sejumlah program yang tidak saja melibatkan mahasiswa, tetapi juga para siswa atau pelajar SMA/SMK maupun MAN.

Terkait dengan hal tersebut, Prof Dr H Abd Rachim AF SE Msi, Wakil Rektor Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda menegaskan, mendukung rencanan tersebut, namun semua perlu berproses. "Di UWGM ada yang namanya Kepala Bagian Kemahasiswaan dan kami akan arahkan, agar organisasi ini dibina hingga dinilai layak menjadi UKM," ujarnya.

Ia akui, kegiatan seperti ini sangat berdampak pada mahasiswa. Sebab sebagai seorang mahasiswa tak hanya dituntut untuk mengasah otak saja, namun perlu keahlian lain, seperti kemampuan manajerial, yang tidak melulu didapatkan dari bangku perkuliahan, tetapi juga lewat praktik-praktik semacam ini. Sehingga saat lulus, banyak kecakapan yang dimiliki.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim Kusmirah, ini merupakan upaya pencegahan, agar siswa dan mahasiswa tidak terjebak pada pergaulan yang salah, dan menerima informasi salah pula tentang ketiga hal tersebut.

"Saya kira, selama tujuannya baik, kami pasti mendukung. Apalagi jenjang kegiatan ini, sifatnya tak hanya regional, tetapi juga hingga nasional. Ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan, ajang kumpul dan tukar pengalaman itulah yang kemudian menjadi bahan sharing dengan teman sebayanya," pungkasnya. (ama/lee)

Sumber: http://www.sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5823