MANFAAT JAMINAN SOSIAL Jamsostek Terus Tingkatkan Santunan dan Manfaat Program
Tanggal: Friday, 20 January 2012
Topik: Narkoba


Suara Karya, 20 Januari 2012

SIDOARJO: PT Jamsostek (Persero) sedang mengkaji kemungkinan untuk menaikkan santunan untuk biaya persalinan (normal) bagi peserta untuk program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).

Selain itu juga santunan untuk jaminan kematian (JK) untuk tenaga kerja peserta program jaminan sosial yang diselenggarakan Jamsostek.

Direktur Pelayanan Jamsostek Djoko Sungkono mengatakan, rencana untuk menaikkan santunan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan serta manfaat program jaminan sosial.

"Ini masih dalam kajian, karena terkait landasan hukum berupa peraturan pemerintah. Yang mengusulkan peningkatan santunan dan manfaat ini dari jajaran Jamsostek Kantor Wilayah VI (Jatim, Bali, NTB, dan NTT)," katanya usai acara pencanangan 5 manfaat tambahan program Jamsostek di PT Yanaprima Hasta, Sidoarjo, kemarin.

Saat ini, peserta Jamsostek yang menjalani persalinan normal mendapat penggantian biaya sebesar Rp 500.000. Sedangkan santunan untuk jaminan kematian sebesar Rp 16,8 juta. "Berapa kenaikannya, masih dalam kajian dan perhitungan. Perlu waktu untuk memutuskannya. Yang jelas, Jamsostek tidak harus menaikkan iuran kepesertaan meski manfaat, layanan, dan santunannya ditambah," ucapnya.

Menurut Djoko, Jamsostek melakukan berbagai inovasi pelayanan dan tambahan manfaat untuk meningkatkan jumlah peserta. Dalam hal ini, sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan ke perusahaan-perusahaan berlandaskan manfaat program jaminan sosial. Jadi tidak selalu dengan menggunakan pendekatan penegakan hukum untuk UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Hingga saat ini jumlah peserta Jamsostek mencapai lebih dari 33 juta jiwa. Namun yang masuk kategori peserta aktif hanya 10,7 juta jiwa. Total dana pekerja yang telah dihimpun Jamsostek selama 34 tahun beroperasi mencapai Rp 115 triliun, dan sekitar Rp 101,5 triliun merupakan dana peserta dalam program jaminan hari tua (JHT).

"Hingga saat ini Jamsostek sudah membayarkan jaminan kepada peserta untuk semua program sekitar Rp 47,1 triliun," tutur Djoko Sungkono.

Siap

Di sisi lain terkait realisasi peningkatan manfaat program, Djoko Sungkono mengatakan, Jamsostek siap memfasilitasi 600.000 dari 2,6 juta peserta program JPK untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) secara gratis. Fasilitas yang diberikan untuk peserta berusia di atas 40 tahun ini merupakan salah satu bentuk peningkatan manfaat dan santunan dari Jamsostek untuk peserta.

Menurut dia, peningkatan manfaat, pelayanan, dan santunan ini ternyata berhasil mengatrol jumlah peserta program JPK Jamsostek hingga 100 persen. Selain layanan medical chek up gratis, Jamsostek juga sudah memberikan santunan untuk cuci darah senilai Rp 600.000 yang setiap peserta diberi hak maksimal 3 kali seminggu. Jamsostek juga memberikan bantuan biaya operasi jantung senilai Rp 80 juta, operasi kanker Rp 25 juta, dan bantuan penanganan untuk peserta yang mengidap HIV/AIDS Rp 10 juta per tindakan per tahun.

Melalui berbagai manfaat tambahan ini Jamsostek optimistis jumlah peserta JPK yang saat ini baru 2,6 juta orang dengan tertanggung 5,6 juta jiwa, bisa melonjak hingga menjadi 10 juta jiwa yang tertanggung. "Program medical check up gratis ini akan kami lakukan secara bertahap. Pertama kali memang di Jawa Timur ini," ujarnya.

Fasilitas medical check up ini juga berguna untuk menekan biaya perawatan penyakit berat. Karena para pekerja tentunya bisa mengetahui dan melakukan antisipasi lebih dini terhadap penyakitnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifulah Yusuf menyambut baik upaya peningkatan manfaat dan santunan program jaminan sosial yang dilakukan Jamsostek. Apalagi laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang terus positif, tentunya akan mendorong penambahan jumlah perusahaan dan pekerja di Jatim.

"Setiap warga negara, khususnya tenaga kerja memang harus dilindungi melalui program jaminan sosial, seperti yang diselenggarakan Jamsostek," ujarnya. (Andira/Andrian)

Sumber
: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5832