Penderita Kusta dan HIV Masih Telantar
Tanggal: Wednesday, 25 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Kompas, 24 Januari 2012

Yogyakarta - Sebanyak 30 penderita kusta dan 5 pengidap HIV/AIDS di Yogyakarta masih telantar dan mengemis di jalanan. Tidak adanya hunian khusus menyulitkan pengobatan mereka.

Berdasarkan data Komunitas Eben Ezer yang mendampingi para penderita kusta, pengidap HIV/AIDS, anak jalanan, waria, serta pengamen di Yogyakarta, saat ini para penderita kusta dan HIV/AIDS tersebar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Mereka tinggal di lapak-lapak kumuh di sekitar Terminal Giwangan, Stasiun Lempuyangan, Maguwo, Kotabaru, Stadion Kridosono, hingga Sagan.

”Pagi hingga malam hari mereka mengamen dan mengemis, lalu malam harinya kembali ke lapak,” kata Ketua Komunitas Eben Ezer Petrus Petter Alexander, Jumat (20/1), di Yogyakarta.

Tempat tinggal yang kumuh memperparah kondisi kesehatan mereka. Tahun 2011, tiga pengidap HIV/AIDS meninggal. Para penderita kusta dan HIV/AIDS melalui Komunitas Eben Ezer berharap pemerintah daerah menyediakan hunian khusus (shelter) bagi mereka.

”Dengan adanya shelter, pembinaan dan pengobatan akan lebih mudah,” kata Petrus.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan Kota Yogyakarta untuk pemberian akses kesehatan terhadap penderita kusta dan HIV/AIDS.

”Para penderita kusta bisa memeriksakan diri ke puskesmas untuk diobati. Bagi pengidap HIV/AIDS, ada lima rumah sakit di mana mereka bisa memperoleh obat antiretroviral, yaitu RSUP dr Sardjito, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah, dan RSUD Panembahan Senopati, Bantul,” kata Daryanto.

Menanggapi harapan Komunitas Eben Ezer terkait pendirian shelter bagi penderita kusta dan HIV/AIDS, Sekretaris Daerah DIY Ichsanuri menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial DIY untuk mengecek keberadaan penderita kusta dan HIV/AIDS di DIY. ”Kami harus melihat kondisi langsung di lapangan. Setelah itu, kami pikirkan bagaimana nasib mereka ke depan,” ujarnya. (ABK)

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5847