KLAIM JAMINAN: Jamsostek Malang bayar Rp89,4 miliar
Tanggal: Wednesday, 25 January 2012
Topik: Narkoba


Bisnis Indonesia, 24 Januari 2012

MALANG: PT Jamsostek Cabang Malang merealisasikan pembayaran klaim jaminan sebesar Rp89,4 miliar atau naik 27% bila dibandingkan dengan realisasi pembayaran klaim 2010 yang sebesar Rp70 miliar.

Kepala Cabang PT Jamsostek Malang Andrey J. Tuamelly, mengatakan kenaikan realisasi pembayaran klaim itu menunjukkan bahwa pelayanan perusahaan tersebut semakin baik.

“Tidak ada pelayanan klaim yang tertunda. Diupayakan pengajuan klaim bisa tuntas secepatnya,” kata Andrey J. Tuamelly di Malang, hari ini 24 Januari 2012.

Upaya perbaikan pelayanan, kata dia, terus dilakukan. Seperti pada awal Desember 2011, PT Jamsostek bekerja sama dengan Bank Bukopin. Bentuknya, bank tersebut membuka kantor kas di kantor cabang BUMN asuransi itu.

Dengan begitu maka pelayanan PT Jamsostek ke anggotanya bisa lebih optimal. Pelayanan bisa ditangani dalam satu tempat, one stop services.

Selain itu, dengan adanya kantor kas tersebut maka sangat menguntungkan bagi anggota Jamsostek yang menerima pembayaran klaim. Mereka tidak perlu membawa uang tunai ke rumah, cukup disimpan dalam tabungan di bank tersebut sehingga tidak membahayakan mereka saat di jalan.

Faktor lain, dia akui, karena adanya PHK atas pekerja PT Bumi Menara Internusa, Kec. Dampit, Kab. Malang. Jumlah pekerja yang di PHK mencapai 1.078 buruh.

Secara terinci, pembayaran klaim selama 2011 terdiri atas klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebanyak 1.025 kasus dengan nilai jaminan Rp3,8 miliar, jaminan hari tua (JHT) terdiri atas 11.607 kasus yang nilai jaminannya Rp77,4 miliar, jaminan kematian (JKM) sebanyak 205 kasus dan pembayaran jaminannya Rp2,4 miliar, jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) sebanyak 73.483 kasus dengan pembayaran klaim sebesar Rp5,7 miliar.

Terkait dengan penghimpunan premi, dia tidak menjelaskan rinci. Dia tidak menjelaskan target penghimpunan premi 2012 dengan alasan masih belum ditetapkan oleh kantor pusat.

PUMP-KB

Dia yakinkan pula, PT Jamsostek menyediakan beberapa program yang memberikan manfaat tambahan bagi anggotanya. Contohnya program pinjaman uang muka perumahan-kerja sama bank (PUMP-KB).

Pada 2012, dia memperkirakan, peminat program tersebut semakin banyak. Hal itu terjadi karena pekerja yang mendapatkan fasilitas tersebut tidak dibatasi penghasilan maksimal Rp5 juta per bulan dengan nilai pinjaman maksimal Rp20 juta.

Pada 2011, pemohon yang telah disetujui sebanyak 600 orang, sedangkan 80 pemohon lainnya masih dalam proses.

Pekerja dengan gaji di atas Rp5 juta-Rp10 juta bisa memperoleh PUMP-KB maksimal Rp35 juta, sedangkan pekerja berpenghasilan Rp10 juta ke atas bisa memperoleh fasilitas tersebut dengan maksimal pinjaman Rp50 juta.

Peningkatan pelayanan manfaat tambahan peserta Jamsostek, kata dia, pemberian pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi tenaga kerja perusahaan, pemberian peralatan K3 bagi perusahaan konstruksi, pemberian bantuan uang pemakaman untuk keluarga yang meninggal dunia dari tenaga kerja yang masih aktif, pemberian bantuan pemeriksaan kesehatan (medical checkup) bagai tenaga kerja yang berusia di atas 40 tahun.

Selain itu, pemberian bantuan bagi tenaga kerja dan keluarga yang membutuhkan tindakan hemodialisasi (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker, dan pengobatan HIV/AIDS. (faa)

Sumber: http://www.bisnis.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5849