VAKSIN FLU BURUNG: Produksi massal 2013
Tanggal: Wednesday, 25 January 2012
Topik: Narkoba


Bisnis Indonesia, 25 Januari 2012

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan dibutuhkan waktu lama agar vaksin tersebut bisa diproduksi massal, karena perlu uji klinis yang menghabiskan sekian tahun.

"Indonesia juga mengembangkan vaksin dan bahan baku obat, seperti vaksin malaria, HIV/AIDS, rotavirus untuk diare, pneumococcus, dan adjuvant vaksin," ujarnya hari ini usai penandatangan MoU Sinergi penelitian pengembangan vaksin dan bahan baku obat bersama Menristek Gusti Muhamad Hatta.

Endang menjelaskan delama ini sekitar 95% bahan baku obat yang beredar di Indonesia diimpor dari berbagai negara. Hal yang selalu menjadi kendala terbesar selalu dikaitkan dengan faktor ekonomi.

"Keluhan produsen obat selama ini harga bahan baku obat impor lebih murah jika dibandingkan dengan bahan baku obat yang dibuat di dalam negeri," tambah Gusti Muhamad Hatta.

Menurut Menkes, hal yang membanggakan adalah hingga saat ini PT Bio Farma sudah berhasil membuat bermacam vaksin, terutama untuk kebutuhan dasar imunisasi. "Bahkan kita sudah mengekspor vaksin tersebut ke 117 negara."

Sinergi penelitian pengembangan vaksi dan bahan baku obat ini merupakan sebuah konsorsium riset berisi 16 lembaga. Yaitu Kemeristek, Balitbangkes, BPPT, LIPI, Lembaga Eijkman, ITB, Unpad Bandung, UI, UGM, Unair, Univ Sebelas Maret Solo, Unhas, Univ. Al Azhar Indonesia, PT Bio Farma (Persero) PT Indofarma Tbk.

"Konsorsium riset ini merupakan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah dan pihak lainnya, dalam memenuhi kebutuhan penyediaan vaksin," ujar Endang. (tw)

Sumber: http://www.bisnis.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5851