Produksi Massal Vaksin Flu Burung Ditargetkan Tahun Depan
Tanggal: Wednesday, 25 January 2012
Topik: Narkoba


Info Publik, 25 Januari 2012

Jakarta - Pemerintah targetkan vaksin flu burung sudah dapat di produksi massal di Indonesia akhir 2013. Saat ini prototipe vaksinnya sudah diserahkan oleh universitas Indonesia dan universitas Airlangga ke Biofarma.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai penandatanganan nota kerjasama sinergi penelitian dan pengembangan vaksin antara Kemkes dan Menristek di gedung Kemkes Jakarta, Rabu (25/1). Menurutnya, butuh waktu lama agar vaksin tersebut bisa diproduksi massal karena perlu uji klinis yang menghabiskan waktu sekian tahun.

Selain flu burung Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lain melalui Forum riset vaksin nasional (FVRN). FVRN merupakan lanjutan dari simposium kemandirian vaksin nasional pada tahun lalu yang telah menghasilkan 8 konsorsium untuk penelitian dan pengembangan vaksin masa depan seperti vaksin dengue, malaria, HIV/AIDS, vaksin Rotavirus, dan vaksin AI dan vaksin New TB.

Telah dibentuk juga konsorsium riset vaksin AI dengan koordinasi oleh fakultas kedokteran Universitas Indonesia dengan tim dari berbagai institusi yaitu lembaga Eijkman, badan Litbangkes, badan pengajian dan Penerapan Teknologi, fakultas Teknik Universitas Indonesia, PT Biofarma dan Universitas Airlangga.

“Konsorsium riset Vaksin AI telah menghasilkan prototipe vaksin AI melalui riset yang dilakukan bersama di tahun 2011 lalu. Riset ini didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Konsorsium akan dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan vaksin dan bahan baku obat yang lain diantaranya vaksin malaria, HIV, Rotavirus, Pnemuococcus dan adjuvant vaksin,” ujarnya.

Di tempat yang sama Direktur PT Biofarma (persero) Iskandar mengatakan, penyerahan prototipe vaksin Avian Influenza (AI) merupakan bentuk dukungan awal pemerintah kepada Biofarma dalam rangka mewujudkan percepatan riset vaksin.

“Penelitian dan pengembangan vaksin dari proses awal sampai akhir memakan waktu kurang lebih 15 tahun, sehingga Biofarma memerlukan kerjasama untuk mempercepat riset vaksin,” katanya.(rm)

Sumber: http://www.bipnewsroom.info




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5852