Angkat Simping, Pulau Terkecil di Dunia *Film Senja Di Pulau Simping Karya Warga
Tanggal: Wednesday, 25 January 2012
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 25 Januari 2012

LO ABIDIN berharap, ini juga menjadi awal kebangkitan perfilman di daerah, khususnya Singkawang. Film berdurasi kurang lebih satu setengah jam ini, ditayangkan secara perdana kemarin di Studio 1 dan 2 Jalan Yos Sudarso Singkawang.

Ceritanya lengkap semua unsur budaya, serta kehidupan sehari-hari warga Tionghoa di kota Singkawang. Film berjudul Senja Di Pulau Simping, diambil dari kisah nyata kehidupan warga Singkawang. Simping sendiri, merupakan sebuah pulau terkecil di dunia yang sudah diakui PBB. Namun banyak orang, termasuk warga Singkawang belum mengetahui keberadaannya. Penggabungan antara tempat dan alur cerita, dicoba dilakukan sang sutradara, Lo Abidin. Dirinya berharap, karya yang dilahirkan jika dinikmati, memberikan kesan lebih atas kekayaan budaya, pariwisata serta kehidupan lokal Kota Singkawang.

Disampaikan Lo, Senja Di Pulau Simping dalam proses menggarap juga melibatkan sang istri, Terry, kemudian editor Edi Liusin serta belasan kru ini. Dibuat dalam kurun waktu setahun awal tahun 2011. Meski terkendala berbagai teknis, terutama pendanaan. Kepuasan akhirnya tercapai setelah film ini, siap di tayangkan secara perdana.

Namun itu masih dirasa kurang, karyanya ini tentu belum menjadi hidangan yang nikmat ketika belum mendapatkan respon dari masyarakat.

“Kita tunggu saja bagaimana respon dan pendapat warga Kota Singkawang terutama, terhadap hasil karya kami. Karena mereka yang punya kuasa menentukan film ini layak atau masih perlu diperbaiki lagi,” kata Lo, ketika ditemui wartawan di studio nya, Jalan Tani Singkawang.

Lo pun berjanji, meski ini karya pertama. Akan menyajikan sajian berbeda dari film-film yang beredar selama ini. Selain pesan moral, edukasi dan promosi wisata. Bagaimana film ini merupakan buah kumpulan catatan-catatan apa yang dilihat dirinya ketika menjelajahi kehidupan.

Bagaimana sebuah anak yang mengidap penyakit berbahaya AIDS. Telah putus motivasi untuk hidup di dunia ini. Namun dalam perjalanannya, dirinya menemukan sebuah motivasi hingga akhirnya tidak sampai mengakhiri hidupnya. Malah dia bangkit, hingga anak itu pun kemudian menjadi relawan agar orang atau anak lain tidak sampai terkena penyakit itu.

Inilah sepenggal kisah yang ditemukan Lo, kemudian ide itu dituangkan dalam sebuah karya film. Pesan yang mendalam, akan didapati jika langsung melihat pemutaran film ini. Terry, tim produksi yang juga istri dari sutradara menyebutkan untuk tempat syutingnya (setting). Selain di pulau Simping, beberapa wilayah di Singkawang dijadikan area pembuatan film. Diantaranya di Singka Island, Jalan Baru, Rindu Alam, Jalan Hermansyah, tempat ibadah.

Selain itu, Terry menyebutkan, ritual-ritual dari warga Tionghoa Singkawang. Seperti ritual kematian, pernikahan, aneka kuliner, tradisi pengobatan serta Tatung, juga menambah kelengkapan budaya dari film ini. Mengenai artis-artis nya sendiri, tim produksi mengambil anak-anak sekolah di kota ini.

“Semua artis nya memang amatir alias baru semua. Sehingga ini memberikan kesan tersendiri ketika menjalani proses pembuatannya, mulai dari molornya jadwal hingga kendala lainnya. tapi itu merupakan tantangan,” kata Terry.Harapannya, dengan melibatkan semua potensi di Kota Singkawang. Bisa menjadi batu loncatan para artis ini. Mudah-mudahan mendapat lirikan dari sutradara besar, untuk dijadikan artis profesional ke depannya.Sementara itu, editing film, Edi L mengatakan pembuatan film ini benar-benar potensi Singkawang. ke depannya, dengan menonton film ini. Bisa memberikan dampak bagus, terutama bagaimana mengenalkan kota Singkawang di mata dunia.Mudah-mudahan dengan antusias baik terhadap karya ini. Bisa menghidupkan kembali keberadaan bioskop serta perfilman di Kota Singkawang. (*)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5854