Duh, Indonesia Penyebar HIV/AIDS Tercepat Asia Tenggara
Tanggal: Thursday, 26 January 2012
Topik: HIV/AIDS


okezone.com, 25 Januari 2012

DI antara negara di Asia Tenggara, Indonesia paling cepat dalam penyebaran HIV/AID. Ancaman ini harus segera ditangani agar penderitanya tidak semakin banyak.

Tingginya tingkat penyebaran infeksi HIV/AIDS di Indonesia berawal dari keengganan masyarakat melindungi dirinya sendiri menggunakan kondom. Meski cukup paham fungsi alat kontrasepsi tersebut dan sadar akan risiko penularan HIV/AIDS, tak sedikit yang “keukeuh” meninggalkan kondom.

”Berdasarkan data yang kami miliki, Indonesia salah satu negara dengan perkembangan HIV/AIDS tercepat di Asia Tenggara. Penderita baru setiap tahun sebanyak 4 juta orang,” kata Baby Jim Aditya MPsi MCH CHt, aktivis untuk AIDS di acara seminar bertema “Getting To Zero 2015: Melindungi Keluarga dan Perempuan Indonesia dari Infeksi HIV/AIDS, Sanggupkah?” di Candi Singasari, Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Ditambahkan Baby, dari 2002 hingga September 2011, perkembangan HIV/AIDS di Indonesia naik hingga 15 kali. Pria penderita AIDS berjumlah 19.139 orang, sementara wanita 7.255 orang.

“Iya, kalau satu pria hanya berhubungan dengan satu wanita, tapi kalau ia berhubungan intim dengan banyak wanita bagaimana? Bayangkan bagaimana berisikonya istri karena ikut tertular suami yang sering ‘jajan’ di luar,” jelas ketua Partisan (Partisipasi Kemanusiaan) Club ini.

Wanita kerap menjadi “korban” pria karena konsep patrialisme yang diusung di banyak rumah tangga di Indonesia.

“Bahkan, ditilik dari pekerjaan, ibu rumah tangga yang baik menempati urutan ketiga sebagai penderita. Ia menjadi ‘tong sampah’ suami yang gemar ‘jajan’ tanpa mengenakan kondom karena merasa berdosa jika tak melayani di atas ranjang, miris memang,” sahutnya menutup percakapan. (tty)

Sumber: http://health.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5860