Balita Rentan Terkena Infeksi HIV-AIDS
Tanggal: Monday, 30 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 27 Januari 2012

KUDUS - Pencegahan terjangkitnya HIV-AIDS tidak hanya dilakukan pada orang dewasa, namun sampai saat ini sudah merambah pada usia balita yang terkena infeksi HIV-AIDS. Bahkan tahun sudah ada lima kasus ditemukan tiga diantaranya usia balita.

juga pendamping orang hidup dengan HIV-AIDS (ODHA), Eni Mardiyanti dalam sebuah diskusi kemarin menjelaskan, angka resiko terkena HIV-AIDS di Kudus masih tergolong tinggi, bahkan awal tahun ini sudah ada lima kasus, tiga diantaranya adalah balita. "Fokus penjangkauan kasus saat ini mulai meluas, tidak hanya orang dewasa saja, namun juga pada anak - anak usia balita yang kini juga dalam pendampingan," katanya.

Eni menegaskan, kerentanan tersebut bukan merujuk pada virus HIV-AIDSnya melainkan pada infeksinya. "Memang pada usia anak - anak rentan terserang penyakit yang diakibatkan dari infeksi, sehingga perlu adanya perhatian terutama dari pihak orangtua," ujarnya.

Meskipun demikian hal tersbeut perlu penanganan serius agar dpaat cepat dan tepat ditangani. "Hal semacam itu tidak boleh disepelekan meski hanya sebatas infeksi yang notabene bisa diobati, seperti halnya jika terkena influenza maupun penyakit tuberkolosis," ungkapnya.

Mengenai perbandingan jumlah kasus HIV-AIDS yang ditemukan di Kabuapten dari tahun ke tahun pihaknya menjelaskan, masih cendrung meningkat. "Dari hasil pendataan di lapangan pada tahun 2010 ada 58 kasus, 2011 ada 91 kasus dan 2012 ada lima kasus," ungkapnya.

Dari hasil evaluasi dan pengamatan di lapangan sejumlah kasus, siklus penularan HIV - AIDS sebagian besar masih pada cara klasik, yaitu hubungan seks beresiko. "Mungkin pendapat ini terlalu prematur, namun pada kenyataannya itulah yang terjadi sebagian besar adalah dikarenakan hubungan seks beresiko," paparnya.

Ditanya soal imbauan pemakaian alat kontrasepsi seperti kondom, Eni menjelaskan tidak semua pasangan mengetahui hal itu. Sehingga tanpa ragu melakukan hubungan seks yang rentan tertular HIV-AIDS. "Sebenarnya tidak mudah mensosialisasikan hal itu jika pada kenyataannya justru belum semuanya masyarakat memhaminya. Namun hal ini masih perlu pendekatan yang intens agar memahami bahwa seks beresiko rentan kaitannya dengan penularan HIV AIDS," katanya.

Sumber: http://suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5874